Pascarehabilitasi Narkoba, Orang Perlu Dukungan Lingkungan

CTR, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 02:21 WIB
Pascarehabilitasi Narkoba, Orang Perlu Dukungan Lingkungan Deputi Rehabilitasi BNN menjelaskan faktor-faktor yang membuka peluang mantan pasien rehablitasi kembali menjadi pemakai narkoba, salah satunya akibat genetika. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Fariz RM lagi-lagi terrsandung kasus narkotika. Ia diketahui sudah pernah direhabilitasi untuk kasus narkotika pada kasus sebelumnya. Namun, lagi-lagi Fariz tersandung di jatuh di kesalahan yang sama.

Lantas apa faktor yang membuat eks rehab kembali terjerumus ke lubang yang sama?

"Yang paling penting itu kita bisa lihat social support-nya seperti apa, teman-teman dan keluarganya serta lingkungannya seperti apa," kata Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Diah Setia Utami kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/8).



Jika seorang mantan pasien rehabilitasi kembali bermain di lingkungan yang pecandu, maka itu membuka peluang bagi dirinya untuk kembali menjadi pemakai. Atas dasar itu, selain memberikan ruang lingkungan yang mendukung, Diah menyatakan mantan pasien rehabilitasi harus berkomitmen dan berusaha keras menguasai diri.

"Jangan sampai masalah yang ia hadapi itu dia pakai lagi. Kemudian dari pasangan, lingkungan, orangtua, keluarga, temannya ataupun pekerjaannya," ujar dia.

Berdasarkan pengalaman, Diah mengatakan pada umumnya mantan pasien rehabilitasi bisa kembali menjadi pemakai akibat tuntutan keras dari suatu pekerjaan seperti tenggat waktu. Selain itu, juga adalah kondisi permasalahan berat yang tengah dihadapi sang mantan pasien rehabilitasi.

"Seberapa jauh dia memang punya keyakinan bagaimana mengatur emosi pikiran menghadapi masalah enggak mungkin hidup tanpa masalah. Setiap hari itu dia harus berjuang untuk mengatasi masalah itu," jelas dia.

 Selain itu secara teknis, Diah juga mengatakan perlu diperhatikan berapa lama seseorang direhabilitasi. Idealnya rehabilitasi itu sekitar enam bulan sampai satu tahun.

"Kalau rehabilitas tidak tuntas tidak berjalan waktu programnya orang juga akan bisa jatuh pakai lagi," ujarnya.

Terakhir, Diah mengaku tak menutup kemungkinan pula ada sifat kecanduan yang terjadi akibat faktor warisan genetika. Ada sel di dalam otak yang bisa saja kembali memanggil zat adiktif itu dan mencoba untuk memakai kembali.

"Itu kenapa hidup itu harus berjuang. Jadi banyak sekali sebenarnya yang menjadi pertimbangan ketika dia mau selesai. Baik dari dalam dirinya atau dari faktor eksternal," tutup Diah.

(kid/kid)