Menyingkap Fakta di Balik Mitos Kentut Bisa Bakar Kalori

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 11:19 WIB
Banyak orang meyakini bahwa kentut mampu membakar kalori dalam tubuh. Benarkah demikian? Ilustrasi. (Thinkstock/Piotr Marcinski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang meyakini bahwa kentut mampu membakar kalori dalam tubuh. Konon, kentut bisa membantu penurunan berat badan tubuh.

Awalnya adalah klaim yang muncul di dunia maya pada 2015 lalu. Klaim itu menyebutkan bahwa satu kali kentut mampu membakar 67 kalori. Sementara kentut sebanyak 52 kali dalam sehari mampu membakar satu pon lemak.

Namun, benarkah demikian?


Jawabannya adalah tidak. Anggapan bahwa kentut mampu membakar kalori dan menurunkan berat badan cuma mitos belaka. Ahli gastroentrologi dari University of Michigan, Amerika Serikat, Michael Rice, menyebutkan bahwa rata-rata manusia mengeluarkan kentut sebanyak 14 kali dalam sehari tanpa kalori yang terukur.


"Ketika Anda kentut, mungkin otot Anda seperti bekerja, tapi sebenarnya itu sebaliknya," kata Rice melansir Popular Mechanics.

Pelepasan kentut diarahkan oleh relaksasi sfingter--bagian anus yang berfungsi untuk mengontrol dan menahan kotoran selama proses buang air besar. "Ketika otot-otot rileks, tekanan dari dalam usus besar akan mengeluarkan gas," kata Rice.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan angka jumlah kalori yang terbakar karena kentut adalah dengan memaksimalkan tekanan otot perut untuk melepaskan kentut. Selain itu, diperlukan juga olahraga secara teratur seperti sit-up.


"Namun, setiap kalori yang terbakar itu disebabkan oleh aktivitas olahraga itu sendiri, bukan dari kentut," kata Rice.

Meski itu cuma mitos, namun tubuh Anda pasti merasa bahwa kentut memang bekerja membakar kalori. Ketika tubuh melepaskan gas yang terperangkap, perut Anda akan terasa ringan dan lebih kurus dari sebelumnya. Hal itu, kata Rice, mungkin menjadi awal dari mitos kentut yang mampu membakar kalori.

"Jika kentut menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, itu bisa jadi gejala kondisi medis seperti radang usus," kata Rice. (sen/asr)