Yang Berduri Yang Bikin Cantik

Asri Wulandari, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 07:58 WIB
Yang Berduri Yang Bikin Cantik Ilustrasi kaktus. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama berabad-abad, kaktus menjadi tanaman hias yang setia menemani banyak orang. Karakter 'anti-manja' yang dimiliki kaktus membuatnya menjadi tanaman hias favorit banyak orang. Ia setia menghiasi sudut jendela atau meja kerja.

Namun, di zaman kiwari kaktus punya manfaat lebih dari sekadar tanaman hias. Kini, kaktus menjelma nutrisi bagi kulit. Kandungan yang ada di dalam kaktus berubah menjadi produk makeup hingga krim wajah.

Kaktus menjadi tren anyar dalam industri kecantikan, utamanya di Korea Selatan. Tengok saja krim wajah keluaran Huxley--salah satu merek produk kecantikan asal Korea Selatan.



Laman The Cut sempat menyebut bahwa produk Huxley mengandung bahan baku yang digilai milenial: kaktus pir berduri sebagai salah satu tanaman dari keluarga sukulen.

Huxley menjadi salah satu produk skin care yang dipilih para pramugari Korea. Mengapa? Kaktus pir berduri yang berasal dari gurun adalah bahan yang paling tidak rewel dan ramah perjalanan.

Kaktus pir berduri, sebut The Cut, muncul sebagai produk skin care yang menjanjikan. Ekstrak daun dan biji kaktus pir berduri mengandung banyak antioksidan dan vitamin E yang berfungsi untuk melawan polusi. Vitamin E juga dikenal karena kemampuannya untuk melunakkan kulit yang paling kering sekalipun.

"Minyak dari biji tanaman kaktus pir berduri adalah salah satu bahan yang paling mahal dan berharga di pasar saat ini," ujar ahli kecantikan asal Brooklyn, Amerika Serikat, Lara Kaiser, mengutip Well and Good.

Ekstrak dalam tanaman kaktus pir berduri mampu menghidrasi kulit secara maksimal, menghilangkan kerutan, mengencangkan pori-pori dan bitnik-bintik hitam, serta membuat kulit lebih bercahaya.

Tak cuma itu, tempat penyimpanan air tanaman sukulen yang mengandung gel ini menawarkan kekuatan manfaat menenangkan dan melembabkan kulit.


Meski terkesan anyar, namun khasiat tanaman sukulen berduri ini telah ada sejak dahulu kala. Kita semua tahu berbagai produk kecantikan yang terbuat dari lidah buaya--yang juga termasuk ke dalam keluarga sukulen--punya segudang manfaat untuk kulit.

Gel dalam daun lidah buaya telah digunakan untuk menenangkan iritasi kulit. Selain itu, gel lidah buaya juga digunakan untuk menyembuhkan bekas luka selama berabad-abad.

Di India, lidah buaya dipercaya mampu mengobati infeksi pada kulit. Sementara di Cina, lidah buaya disebut mampu memerangi penyakit jamur. Sedangkan di sejumlah negara bagian Barat, lidah buaya tak terkalahkan untuk urusan meringankan rasa sakit akibat serangan matahari.

Namun, di luar lidah buaya, ada lebih banyak sukulen berduri yang juga punya segudang manfaat untuk kulit, termasuk di antaranya kaktus pir berduri.

Sukulen adalah tumbuhan yang biasa tumbuh di daerah yang hangat dan kering. Mereka mampu bertahan hidup dalam iklim ekstrem, serta memiliki kemampuan untuk menyimpan air.

"Jadi, tidak mengherankan jika sukulen menjadi bahan pelembab yang efektif," ujar dokter kulit, Craig Kraffert mengutip Fashion Post.

Beberapa tanaman sukulen, termasuk kaktus pir berduri, umumnya dikenal sebagai ekstrak krokot yang disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai obat prioritas. Selain itu, kaktus pir berduri juga terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-kanker. (asr/chs)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA