Makanan-makanan Ramah Pencernaan saat Diare

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 19:34 WIB
Makanan-makanan Ramah Pencernaan saat Diare Ilustrasi. (Ryan McGuire/gratisography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diare adalah masalah umum percernaan yang bikin kewalahan. Selain membuat orang bolak-balik buang air besar, diare juga membikin penderitanya merasakan perut kram, kembung, mual, muntah, bahkan demam.

Karena diare menyerang pencernaan, orang diharapkan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Makanan dengan rasa pedas maupun asam kuat tidak disarankan.

Untuk menjaga agar Anda tak perlu bolak-balik ke toilet, ada beberapa makanan terbaik yang bisa dikonsumsi selama diare. Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa makanan ramah diare.


1. Pisang

Pisang bisa jadi pilihan sehat. Teksturnya yang lembut dan mudah dicerna membuat kerja pencernaan tak berat-berat amat.

Sebagai bonus, pisang juga mengandung potasium yang dapat mengganti elektrolit tubuh yang hilang.

Selain potasium, pisang juga kaya akan pektin. Pektin merupakan jenis serat larut yang membantu menyerap cairan usus sehingga pergerakan feses lebih lancar. Konsumsi pisang dapat membantu menyeimbangkan pencernaan. Pisang dapat mengurangi diare sekaligus mencegah konstipasi.

2. Sup ayam

Mereka yang mengalami diare kerap dianjurkan untuk menambah asupan air untuk menghindari dehidrasi. Namun, konsumsi air putih terus-menerus kadang membosankan sehingga asupan cairan dapat dipadukan dengan sup ayam.


Sup dengan kandungan kaldu ayam dapat membantu perut terasa nyaman sekaligus mengganti cairan tubuh berkat kandungan elektrolit. Campuran sayuran atau kacang merah bisa menambah asupan nutrisi ke tubuh.

3. Yoghurt atau kefir

Makanan dengan kandungan probiotik, termasuk yoghurt dan kefir, baik dikonsumsi mereka yang mengalami diare. Dikutip dari Everyday Health, sebuah tinjauan yang dipublikasikan pada November 2011 di Journal of Clinical Gastroenterology menyarankan konsumsi makanan yang mengandung probiotik untuk membantu mengatasi diare.

Probiotik bekerja dengan melepas senyawa kimia pemecah racun perusak yang diproduksi bakteri tidak sehat penyebab diare.

4. Nasi putih

Siapa bilang penderita diare tak boleh makan nasi? Justru nasi putih sebaiknya dikonsumsi karena mudah dicerna dan tinggi karbohidrat. Nasi mampu membantu mengurangi cairan pada feses.

Saat diare, disarankan untuk mengonsumsi nasi atau beras yang diolah dengan kaldu ayam. Hindari mengonsumsi nasi bersama makanan pedas, berlemak, berminyak, atau makanan pendamping dengan bahan susu.

5. Kentang tumbuk

Jika nasi dirasa membosankan, maka kentang bisa jadi alternatif. Kentang banyak mengandung potasium. Tumbuk kentang hingga tekturnya terasa lebih lembut. Kentang dapat dikukus, dipanaskan dengan microwave, atau direbus. Tambahkan garam dan hindari gangguan margarin terlalu banyak. Terlalu banyak lemak membuat sistem pencernaan yang sensitif iritasi dan mengakibatkan kram.


6. Daging ayam

Sebagai sumber protein, daging ayam dapat diolah menjadi beragam masakan. Saat diare, daging ayam kukus yang lembut jadi makanan tepat untuk dikonsumsi. Jika tak memiliki alat pengukus, Anda dapat memanggang dagingnya. Cukup tambahkan sedikit minyak atau butter.

7. Oatmeal

Oatmeal hangat untuk sarapan pas dikonsumsi dengan tambahan serpihan jagung atau corn flakes. Oatmeal mengandung serat larut yang mudah dicerna. Namun, Anda perlu mengurangi campuran gula, madu, atau susu saat diare. Sebaiknya, tambahkan pisang untuk memberikan rasa manis dan memperoleh manfaat lebih. (asr/chs)