Deputi II Bidang Administrasi INASGOC Francis Wanandi mengatakan sempat ada dua opsi pilihan terkait kebijakan untuk penonton saat upacara penutupan pada Minggu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu dilakukan untuk tidak timbul presepsi adanya diskriminasi bagi yang tidak memiliki tiket masuk ke upacara penutupan.
"Jadi ini pesta rakyat, pesta sama-sama. Kita berhasil di perolehan medali emas, persiapan bagus, euphoria bagus semua sudah terjadi tinggal di ujungnya saja kita sama-sama," terangnya.
Tujuh layar nobar
Sementara itu, untuk mengakomodir masyarakat yang tidak kebagian tiket nonton upacara penutupan, INASGOC juga telah menyiapkan tujuh titik layar lebar di area GBK.
Rinciannya, di dekat Festival Bhin Bhin dua, di Kaka ada satu, di Atung satu, di pintu dua satu, pintu 11 ada satu, dan satu lagi di Istora.
Pengadaan layar lebar ini dimaksudkan agar masyarakat bisa ikut merayakan euforia Asian Games di Jakarta untuk terakhir kalinya.
Panitia penyediakan 75 ribu tiket untuk masyarakat hadir ke festival Asian Games di area GBK pada Minggu (2/9) yang loketnya akan dibuka sejak pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.
"Pengaturan penonton di dalam kawasan GBK masih dibicarakan dengan pihak keamanan. Intinya kami minta partisipasi masyarakat untuk mengutamakan budaya antre. Kalau tidak mau antre ya nonton saja dari televisi di rumah."
"Kalau mau sama-sama merayakan euphoria Asian Games ya sama-sama berkorban semuanya. Mohon kasih kemudahan para tugas dan aparat untuk merayakan secara tertib," jelasnya.
(ard)