Selain sebagai wujud apresiasi kepada para atlet, hal itu juga diharapkan menjadi strategi promosi yang efektif bagi Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihannya mulai dari yang berada di bibir pantai menghadap Selat Bali, di tengah persawahan, sampai di kaki Gunung Ijen.
Kegiatan liburan gratis empat hari itu juga bakal diisi dengan menikmati fenomena api biru (blue flame) yang mendunia di Kawah Ijen, G-Land dengan ombak selancar terbaik di dunia, padang rumput Taman Nasional Alas Purwo dengan komunitas banteng yang berarak, melepasliarkan anak penyu, keindahan Pulau Tabuhan, hingga melihat beragam atraksi seni-budaya serta ritual adat.
"Selain itu, tentu ada wisata kuliner, termasuk pecel pitik yang kerap disajikan saat acara adat Suku Osing," ujar Anas.
Apresiasi liburan gratis itu merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata yang didukung pelaku pariwisata tanpa APBD.
"Atlet-atlet itu merupakan endorser yang luar biasa. Kalau mereka berlibur di Kawah Ijen atau bersantai di resor tepi pantai di Banyuwangi, lalu upload di media sosialnya yang punya follower segudang, itu promosi efektif bagi Banyuwangi," papar Anas.
Para atlet peraih medali emas yang ingin berlibur ke Banyuwangi, dipersilakan berkorespondensi melalui email: [email protected].
Para pahlawan bangsa di bidang olahraga itu bisa berlibur bersama keluarga dan orang tercinta.
"Kami persilakan atlet-atlet tersebut membawa satu orang untuk diajak berlibur ke Banyuwangi," kata Bramuda.
(dik/ard)