FOTO: Pemasangan Microchip pada Anjing untuk Deteksi Rabies

CNN Indonesia/Hesti Rika, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 17:54 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemasangan microchip pada anjing dilakukan untuk mempermudah perekaman status kesehatan dan identifikasi anjing yang hilang.

Berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 199 Tahun 2016 yang mengatur soal pengendalian penyakit rabies, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat peraturan yang mewajibkan setiap hewan peliharaan, terutama anjing, dipasangi microchip, Jakarta (13/8). (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pemasangan microchip ini dilakukan untuk mempermudah perekaman kesehatan hewan dan pelacakan hewan yang hilang. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta membagikan 500 microchip secara gratis kepada warga, di mana setiap wilayah mendapatkan 100 microchip. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Petugas KPKP DKI Jakarta menyuntikan microchip ke tubuh anjing di rumah warga yang berada di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (13/9). Microchip sendiri berukuran sebesar biji beras yang ditanam di bawah kulit anjing. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Petugas KPKP DKI Jakarta memindai anjing yang telah ditanami microchip di rumah warga yang berada di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (13/9). (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Petugas KPKP DKI Jakarta mendata anjing yang telah dipasangi microchip. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pemilik menunjukan aplikasi SiRaja usai anjingnya dipasangi microchip. SiRaja merupakan aplikasi berbasis android dan situs yang berfungsi sebagai alat/media untuk menyelaraskan data pengendalian rabies di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Setelah dibagi secara gratis, nantinya microchip ini akan didistribusikan ke sejumlah klinik dokter hewan dengan biaya sekitar Rp200-Rp500ribu. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)