Stasiun Kereta Saksi Bisu '9/11' Kembali Beroperasi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 13:07 WIB
Stasiun Kereta Saksi Bisu '9/11' Kembali Beroperasi Stasiun Cortlandt Street. (AFP PHOTO / Thomas URBAIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stasiun Cortlandt Street yang hancur lebur dalam aksi terorisme 9/11 telah beroperasi kembali pada 11 September 2018.

Mengutip Lonely Planet pada Senin (17/9), NYCT Subway mengumumkan pada akun media sosial bahwa Stasiun Cortlandt sudah dibuka untuk umum.

Setelah 17 tahun tak beroperasi, renovasi pada stasiun akhirnya dimulai pada tahun 2015 dan memakan biaya sebesar US$181 juta (sekitar Rp2,6 milyar).


Renovasi Stiasiun Cortlandt dilakukan setelah bangunan yang runtuh di sekitar stasiun selesai dibangun kembali.

Kini, stasiun dengan jalur paling eksklusif di Amerika ini kembali berdiri dengan gagah, lengkap dengan dinding berisikan naskah Deklarasi Kemerdekaan 1776 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB 1948.

Di samping itu juga dibangun lebih banyak akses bagi penumpang dengan disabilitas.

Stasiun ini berdiri di Jalan Cortlandt, lokasi menara kembar World Trace Center.

Mulai beroperasi pada pada Juli 1918, stasiun ini sempat ditutup ketika World Trace Center mulai dibangun pada akhir 1960.

Sejak serangan teroris 9/11, sudut-sudut Manhattan telah mengalami perkembangan besar untuk memulihkan daerah tersebut sebagai kawasan bisnis, tujuan wisata dan pusat transportasi.

Jessica Lappin, Presiden Aliansi untuk pusat Kota New York mengatakan, "Wilayah ini merupakan salah satu wilayah terbaik di New York dengan segala akses transportasi seperti kereta bawah tanah, feri, bus hingga sepeda. Dan keberadaan transportasi publik yang memainkan peran utama dalam pemulihan wilayah."

Pembukaan Stasiun Cortlandt tak hanya menjadi tonggak fisik dari upaya pemulihan wilayah Manhattan dari aksi terorisme, tetapi juga membawa rasa bangga bagi seluruh komunitas pusat kota New York.

(fey/ard)