Wabah Pes Mulai Kembali 'Hantui' Madagaskar

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 09:43 WIB
Wabah Pes Mulai Kembali 'Hantui' Madagaskar Ilustrasi (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah pes kembali mengancam Madagaskar. Beberapa orang dilaporkan meninggal akibat penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan Madagaskar mencatat ada delapan kasus pes dalam kurun waktu 1 Agustus-13 September 2018. Enam di antaranya tengah menjalani proses pemulihan, sementara dua lainnya meninggal.

Melansir AFP, kasus pertama pes pada tahun ini terekam di Kota Fiadanana, yang kemudian berlanjut menyerang Kota Ambalavao dengan penemuan kasus kedua.


Madagaskar menjadi 'langganan' wabah pes setiap tahunnya sejak 1980 silam. Kebanyakan kasus pes di Madagaskar disebabkan oleh tikus yang melarikan diri dari kebakaran hutan.


Berdasarkan catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada 300 hingga 600 kasus yang terjadi setiap tahunnya di negara dengan populasi penduduk 25 juta orang itu.

Wabah pes biasanya akan kembali menyerang Madagaskar pada setiap September hingga April.

Tahun lalu, sejumlah kasus pes bermunculan jauh lebih awal dari biasanya. Wabah pes juga mulai menyusup ke sejumlah kota di Madagaskar. Tercatat lebih dari 200 orang meninggal akibat epidemi pes.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau bahwa akan ada lebih banyak kasus pes di tahun 2018.


Pes dapat menular pada manusia melalui gigitan kutu tikus yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis. Pes juga dimungkinkan menular antar-manusia melalui batuk.

Pes dapat berkembang secara cepat dan mengakibatkan kematian jika tidak segera diobati. Umumnya, pes akan bertahan selama 24 hingga 72 jam sebelum pengobatan dilakukan.

Epidemi pes sempat tercatat dalam sejarah dunia dengan merenggut 75 juta hingga 700 juta nyawa manusia di Benua Eropa, Asia, dan kawasan Timur Tengah pada Abad Pertengahan. Kejadian itu kemudian dikenal dengan sebutan 'Maut Hitam' atau 'Black Death'. (asr/chs)


ARTIKEL TERKAIT