Penyakit yang Bersembunyi di Balik Lukisan Mona Lisa

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 13:52 WIB
Penyakit yang Bersembunyi di Balik Lukisan Mona Lisa ilustrasi Mona Lisa (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada lukisan misterius lain yang melebihi "Mona Lisa". Senyum seorang wanita di dalamnya penuh teka-teki dan menimbulkan berbagai pertanyaan tentang apa yang ada di baliknya.

Kini, dokter menduga senyum penuh teka-teki wanita dalam "Mona Lisa" menyembunyikan kondisi penyakit tertentu.

Dugaan itu muncul setelah serangkaian pengamatan dilakukan secara mendetail. Hasilnya, mereka berspekulasi bahwa Lisa Gherardini--sosok nyata wanita dalam lukisan--mengidap hipotiroid.


"Senyum penuh teka-teki 'Mona Lisa' secara sederhana didiagnosis sebagai hipotiroid," ujar dokter Mandeep Mehra dari Brigham and Women's Hospital, Boston, Amerika Serikat dalam sebuah publikasi di jurnal Mayo Clinic Proceedings, melansir Live Science.

Mehra bersama Hilary Campbell dari University of California menganggap bahwa senyum Lisa Gherardini menjadi daya tarik atas ketidaksempurnaan sebuah penyakit yang membuat mahakarya Leonardo da Vinci itu penuh pesona.


Sebelumnya, sebuah penelusuran lain pada 2004 menduga bahwa Gherardini menderita hiperlipidemia atau kondisi tingginya kadar kolesterol dalam darah yang disebabkan oleh faktor genetis.

Teori itu ditemukan setelah sejumlah dokter mengamati detail lukisan, termasuk lesi kulit dan pembengkakan di tangan kiri Gherardini. Pembengkakan itu dianggap sebagai salah satu gejala hiperlipidemia.

Namun, dalam analisis terbaru, Mehra menunjukkan bahwa Gherardini hidup hingga usia 63 tahun. Masa hidupnya yang mencapai lebih dari 60 tahun itu, kata dia, tak mungkin terjadi pada penderita hiperlipidemia.

Sebaliknya, Mehra dan Campbell berpikir bahwa detail dalam lukisan mengarah pada penyakit hipotiroid, sebuah kondisi di mana kelenjar tiroid kurang aktif memenuhi kebutuhan tubuh.

Hormon tiroid diketahui mampu memengaruhi metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang kurang aktif bisa berujung pada beberapa gejala. Beberapa di antaranya adalah kulit kuning, rambut tipis, dan pembengkakan kelenjar pada leher alias gondok yang nampak pada lukisan "Mona Lisa".


Selain itu, ekspresi senyum penuh teka-teki Gherardini juga disebut Mehra merepresentasikan hipotiroid yang dideritanya. "Gejala hipotiroid yang muncul pada wajah Gherardini adalah lemahnya otot pada bagian pipi," ujar Mehra.

Leonardo da Vinci meracik mahakarya "Mona Lisa" pada sekitar tahun 1503. Diduga, saat itu Gherardini baru saja melahirkan buah hatinya beberapa bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat Mehra dan Campbell semakin yakin dengan hipotiroid yang diderita Gherardini. Pasalnya, kehamilan disebut-sebut sebagai salah satu pencetus hipotiroid.

Kendati demikian, tak ada yang bisa memastikan apakah Gherardini benar-benar menderita hipotiroid atau tidak. Diperlukan adanya penelitian dan pengamatan yang lebih dalam terhadap lukisan. (asr/chs)


ARTIKEL TERKAIT