Sabtu, Pasar 'Digital' Salamoeli Indah Diluncurkan di Maluku

Kemenpar, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 21:50 WIB
Sabtu, Pasar 'Digital' Salamoeli Indah Diluncurkan di Maluku Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Maluku akan menambah daftar destinasi digital di Indonesia, tepatnya melalui Pasar Salamoeli Indah. (Foto: Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Maluku akan menambah daftar destinasi digital di Indonesia, tepatnya lewat Pasar Salamoeli Indah. Destinasi itu bakal diluncurkan pada Minggu 14 Oktober di Desa Suli Bawah, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan respons positif atas rencana peluncuran Pasar Salamoeli Indah dan meminta para pemangku kepentingan agar lebih kreatif.

"Saya sering menyebutnya 2C. Yaitu creative calue dan commercial value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat," ujar Arief dalam keterangan tertulis Kamis, (11/10).



Ketua GenPI Maluku, Glenn Wattimury juga membeberkan tentang adanya soft launching pada Sabtu nanti. "Akan ada soft launching pada, Sabtu (13/10), pukul 20.00 WIT. Besoknya baru launching mulai pukul 11.00-20.00 WIT," papar Glenn.

Pasar Salamoeli Indah berkonsep pasar rakyat dengan nuansa wisata pantai. Pasar itu bakal menghadirkan education corner, garden spot, nature spot, camping ground, dan WWYT (write what you think) board.

"Selain itu, juga telah dibuat Kids House Tree, Floating Tent, Fishing Kit dan Community Corner," ujar Glenn.

Atraksi budaya juga bakal meramaikan macam Bambu Gila, Cakalele, serta tari-tarian daerah Maluku. Untuk komunitas pun akan diberikan kesempatan berkreasi setiap pasar diadakan.

"Konsep besarnya diharapkan bisa memasukkan seluruh budaya kepulauan Maluku melalui pertunjukan budaya ini," ungkap Glenn.

Untuk kuliner, tentu saja akan didominasi oleh makanan khas Maluku. Di antaranya yaitu papeda, rujak natsepa, dan sagu gula.

Pohon Salamuli

Ada satu cerita menarik dari destinasi digital ini. Awalnya, destinasi ini akan dinamai Pasar Pasir Putih. Namun diubah menjadi Pasar Salamoeli Indah, atas permintaan masyarakat.

"Kenapa dinamakan Salamoeli? Karena di lokasi pasar tersebut banyak tumbuh pohon Salamuli yang sudah tergolong langka di Maluku," tuturnya.

Juragan Pasar Salamoeli Indah, Marthen Reasoa menambahkan, lokasi pasar sangat strategis karena dekat objek wisata Pantai Natsepa dan Pantai Supapei.


"Setiap akhir pekan wisatawan mambanjiri kedua lokasi wisata itu. Belum lagi Pasar Salamoeli Indah juga berada di jalur balik dari Pantai Ora Beach. Dan tidak menutup kemungkinan pasar ini juga disinggahi wisatawan yang baru kembali dari pulau Seram," kata Marthen.

Harapan Marthen, Pasar Salamoeli Indah menjadi tempat wisata yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di lokasi tersebut.

"Semoga dengan dibukanya lokasi ini, besok diharapkan akan ada lokasi lain yang dibuat di seantero Maluku," ungkapnya.

Koordinator GenPI Nasional, Mansyur Ebo, mengungkapkan Pasar Salamoeli Indah makin menambah warna destinasi digital di Indonesia dengan menggabungkan tiga hal.

"Kami selalu menggabungkan alam, budaya, dan dikombinasi dengan man-made," kata Ebo.


Selain itu, dia mengatakan destinasi digital harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, misalnya saat pengunjung berada di kafe.

"Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus. Dan pasar ini diisi oleh masyarakat di sekitar lokasi pasar. Sehingga masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi dari destinasi digital ini," katanya. (egp/stu)