'Diplomasi' Kopi ala Menpar di Singapura Saat ITB 2018

Muhammad Idris, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 17:50 WIB
'Diplomasi' Kopi ala Menpar di Singapura Saat  ITB 2018 Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi pusat perhatian di ITB Asia 2018 yang berlangsung di Singapura. (Foto: Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjadi pusat perhatian di ITB Asia 2018, terutama saat dirinya  ikut ngopi di Coffee Corner Booth Wonderful Indonesia.

Kehadirannya menarik perhatian semua yang hadir di stand Indonesia. Arief sendiri bukan peminum kopi, tapi ikut antre kopi di stand Indonesia yang disukai para pengunjung.

"Dari hari pertama kopi kita sudah jadi idola. Ini di hari kedua pas pak Menteri ikut ngopi, barista kami semakin sibuk dan makin ngantri saja," kata General Manager Gaia Cosmo Hotel Yogyakarta Ivan Andries.


Ivan ikut menyediakan kopi untuk mendukung Coffe Corner Kemenpar di ITB Asia 2018.

Kata Ivan, kopi Garut Kasuga, Solok Radjo, hingga Gayo Pantan Musara, nyaris kehabisan stok saat Menpar menyambangi booth. "Kami harus tambah stok lagi di hari ketiga, terima kasih pak Menteri telah membuat kami bangga atas kopi Tanah Air dan mau mampir cukup lama di Coffe Corner kami,"kata Ivan.

Kopi Indonesia di Singapura cukup ramai peminat. Selain lokasinya persis di depan pintu masuk hall, tempatnya juga relatif nyaman dan luas. Dengan latar belakang Gunung Bromo, Corner Coffee menarik perhatian para buyers dan sellers. Ada French Press, ketel, roasting biji kopi, grinder, dan timbangan digital.


Cerita Kopi

Kemudian, ada cerita yang disampaikan ke penonton dengan teknik bercerita yang asyik. Barista yang hadir dari Gaia Hotel di ITB Asia 2018 dinilai fasih bercerita soal asal kopi, petani, bagaimana mengolahnya hingga akhirnya dinikmati peminum kopi.

Selain itu, ada soal rasa dan aroma yang enak. Dari mulai yang kecokelatan, arabika, kopi berwarna hitam sampai yang punya tekstur halus. 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh menambahkan, selama di ITB Asia 2018 selalu menjadi tujuan utama dari para buyers yang datang ke pameran tersebut.


"Kopi punya massa yang loyal dan segmensial. Tidak saling memakan, karena sajian lokasi dan tentu kopinya masing-masing memiliki citra unik," kata dia.


(egp/mid)