Cara Menyiasati Anak yang Pilih-pilih Makan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 05:35 WIB
Cara Menyiasati Anak yang Pilih-pilih Makan Ilustrasi (skeeze/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak usia balita yang baru dikenalkan pada makanan memiliki kecenderungan untuk memilih-milih makanan atau picky eater. Padahal, pola makan yang baik dengan nutrisi seimbang penting untuk tumbuh kembang anak.

Ahli tumbuh kembang anak, Rini Sekartini menjelaskan, fase memilih-milih makanan lumrah terjadi pada anak. Biasanya, anak cenderung menolak makanan tertentu. Atau sebaliknya, si anak cenderung hanya memilih makanan tertentu saja.

"Picky eater itu mengonsumsi makanan tertentu saja, misalnya mau makan gorengan atau ayam terus. Ada lagi selective eater, itu istilah untuk menolak makanan tertentu, misalnya tidak mau makan nasi," kata Rini saat memberi pemaparan dalam peluncuran susu Curcuma Plus di Jakarta, beberapa waktu lalu.



Profesor di Universitas Indonesia ini menyebut, kecenderungan memilih-milih makanan ini terjadi karena beberapa penyebab. Mulai dari paparan makanan yang tidak bervariasi dan tidak sesuai usia, kepribadian anak yang tidak mau mencoba, lingkungan seperti pola makan orang tua, hingga adanya tekanan saat proses makan berlangsung.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, anak berisiko mengalami kekurangan gizi dan menghambat tumbuh kembang anak. Meski demikian, Rini menyebut, picky eater bisa disiasati dengan melakukan beberapa cara.

Pertama, orang tua mesti memberikan contoh makan yang baik mulai dari jadwal makan dan menu makanan. Jadwal makan mesti konsisten, sedangkan menu harus memenuhi gizi seimbang dengan sumber karbohidrat, sumber protein, buah, dan sayur.

"Orang tua harus mencontohkan dengan sering makan bersama di rumah," ucap Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia ini.


Kedua, ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan tidak terburu-buru. Pastikan porsi sesuai dengan kebutuhan anak. Ketiga, paparkan makanan baru berulang kali agar anak terbiasa.

"Kalau tidak mau coba lagi, jangan putus asa. Orang tua jangan marah, jangan panik," ujar Rini. (ptj/asr)


ARTIKEL TERKAIT