Hal ini terkait adanya sejumlah kualifikasi khusus yang diperlukan untuk menyandang profesi tersebut.
Sebagai standarnya, National Pool Lifeguard Qualification dipakai pada 95 persen wilayah pesisir Inggris dan Irlandia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat ketentuan yang dituntut, tak heran profesi penjaga pantai sering kali dikaitkan dengan usia muda lantaran fisik yang masih bugar dan sehat.
Belum lagi melihat fakta bahwa lowongan pekerja pantai ramai terpampang pada liburan musim panas, di mana anak muda umum mencari kegiatan untuk mengisi masa liburan.
Namun, hal tersebut seolah tak lagi berlaku melihat presentase statistik akhir-akhir ini.
Mengutip Travel and Leisure, jumlah remaja yang bersedia mengisi waktu liburan bekerja menjadi penjaga pantai hanya mencapai 35 persen. Angka tersebut menurun dari 52 persen dari tahun 1998.
Akibatnya lapangan pekerja penjaga pantai banyak yang lowong dan membutuhkan tenaga lebih.
Menjawab persoalan tersebut, sejumlah kolam renang dan klub pantai mulai memperluas pekerja hingga ke kalangan senior.
Persyaratan fisik yang dituntut perlahan dilonggarkan untuk menari lebih banyak pelamar dari segala usia.
Hal tersebut dilakukan untuk mencapai demografi baru bagi lansia aktif yang ingin bertransisi profesi menjadi pejaga pantai.
Tak dipungkiri bagi sejumlah pekerja lansia, tentu pekerjaan ini cukup menantang fisik. Namun, tak jarang mereka mengaku senang dengan profesi tersebut.
"Rasanya sangat lelah setiap pulang kerja di malam hari," ujar Bill Bower, yang kini berprofesi sebagai penjaga pantai di usia 63 tahun.
"Namun, pekerjaan ini membuat fisik saya lebih bugar dari sebelumnya." (fey/agr)