Menpar Paparkan Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di London

Kemenpar, CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 16:23 WIB
Menpar Paparkan Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di London Menpar Arief Yahya. (Foto: Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran Wonderful Indonesia di World Travel Market (WTM) London mampu menarik perhatian dunia internasional. Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan hal itu  dalam satu wawancara dengan CNN internasional.

Menteri asal Banyuwangi itu mengatakan, Wonderful Indonesia milik Kementerian Pariwisata semakin populer. Buktinya, World Travel and Tourism Council (WTTC) menempatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia di peringkat 9.

"Peringkat dari WTTC turut mendongkrak national brand Indonesia di level dunia. Brand equity Indonesia hampir US$1 triliun dan pariwisata tampil sebagai penyumbang utama devisa, selain perdagangan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11).



Namun, lanjut dia, penghargaan dari WTTC bukan satu-satunya indikasi meningkatnya pariwisata Indonesia. Indikasi lainnya, adalah keberhasilan Wonderful Indonesia menempati peringkat 42 dunia versi WEF World Economic Forum, di TRavel and Tourism Competitiveness Index.

"Tapi ada juga yang membuat bangga. Tahun 2016 Wonderful Indonesia mendapatkan 46 international awards, dari 22 negara. Tahun 2017, jumlah penghargaan bertambah menjadi 27 awards dari 13 negara. Sedangkan Tahun 2018, 30 awards dari 8 negara," paparnya.

Jumlah Kunjungan Wisatawan

Semakin tingginya reputasi Wonderful Indonesia berdampak sangat signifikan khususnya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pada 2014, Indonesia dikunjungi 9,3 juta wisman.

Jumlah ini, menurut Arief, meningkat menjadi 10,4 juta wisman pada2015. Sementara pada 2016 tercatat 12 juta wisatawan berkunjung ke Indonesia. Jumlah ini kembali meningkat tahun 2017 sebanyak 14 juta wisman. Tahun 2018 jumlahnya diperkirakan menjadi 16,5 juta.

"Kuncinya, digital marketing dengan platform yang sudah Look, Book, Pay. Lalu menggunakan teknologi CDM, diperkuat dengan Digital Media, Google, Baidu, Trip Advisor, Ctrip, dan lainnya," katanya.


Walaupun demikian, Arief mengatakan hal itu bukan satu-satunya strategi pemasaran Kemenpar. Pihaknya juga meluncurkan Hot Deals, More For Less. Program ini sukses di Kepri (Batam-Bintan), dan sedang diterapkan di Jakarta dan Bali.

"Yang juga tidak kalah penting adalah deregulasi, policy kemudahan untuk masuk ke Indonesia. Dengan visa free untuk 169 negara ditambah pencabutan CAIT untuk yachts, dan cabotage untuk cruise, wisman semakin banyak datang," katanya.

Untuk mendukung pelbagai destinasi wisata baru, Kementerian Pariwisata juga fokus pada pengembangan akses. Hal ini ditunjukkan dengan makin banyak bandara yang naik kelas menjadi bandara internasional seperti Silangit Danau Toba, dan Belitung.

"Yang terbaru, kita menyasar millenial market dengan destinasi nomadic tourism. Indonesia sedang dibangun menjadi surganya Nomadic Tourism yang menjadi impian anak-anak milenial,"katanya.

(egp/stu)