Kenali 5 Penyebab Puting Terasa Sakit

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 16:29 WIB
Kenali 5 Penyebab Puting Terasa Sakit Ilustrasi (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puting dianggap sebagai salah satu zona paling sensitif dari tubuh manusia. Selain mudah dirangsang, bagian tubuh yang satu ini juga mudah teriritasi. Sederet alasan bisa menyebabkan rasa nyeri pada puting.

Mengutip Live Science, salah satu penyebab nyeri puting yang paling umum adalah cara pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat. Selain itu, nyeri puting juga jadi masalah bagi ibu hamil dan menyusui.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena sebagian besar nyeri puting dapat diselesaikan dengan mudah jika penyebabnya diketahui.


Mengutip Medical News Today dan Women's Health Magz, berikut beberapa penyebab nyeri puting.


1. Gesekan
Gesekan adalah penyebab nyeri puting paling umum. Itu dapat terjadi jika puting bergesekan dengan baju atau pakaian dalam yang salah ukuran.

Gesekan pada puting sering kali menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, kulit pun menjadi kering dan pecah-pecah.

2. Infeksi
Puting yang terluka akibat gesekan berisiko mengalami infeksi. Selain itu, infeksi juga bisa disebabkan oleh aktivitas menyusui.

"Ada pori-pori besar dan folikel rambut di sekitar puting yang tersumbat dan terinfeksi," ujar ahli ginekologi, Jenna Sassie.

Infeksi ragi adalah yang paling umum terjadi pada puting. Itu merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans. Infeksi itu bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya.

Infeksi ragi biasa terjadi di bagian bawah payudara di mana keringat terkumpul. Penggunaan jenis bra juga berpengaruh terhadap munculnya infeksi ragi pada puting.

Infeksi ragi juga dikenal dengan istilah sariawan. Pada puting, infeksi itu digambarkan sebagai rasa sakit seperti terbakar dan menyengat yang berlangsung dalam waktu lama meski telah mengurangi sumber gesekan. Infeksi juga ditandai dengan puting berwarna merah muda cerah dan areola yang berwarna kemerahan atau bersisik.


3. Alergi
Rasa sakit dan iritasi yang disertai kulit terkelupas, berkerak, atau melepuh dapat jadi tanda reaksi alergi atau dermatitis atopik.

Ada berbagai produk rumah tangga yang dapat mengiritasi puting seperti body lotion, detergen, sabun mandi, krim cukur, parfum, dan kain.

Tanda-tanda kain dari reaksi alergi di antaranya kulit merah atau pecah-pecah di sekitar puting dan areola. Selain itu, alergi juga ditandai oleh rasa gatal menerus. Dalam beberapa kasus, alergi puting menimbulkan ruam.

4. Perubahan hormonal
Perubahan hormonal dalam siklus bulanan wanita juga dapat memicu puting dan nyeri payudara. Gejala-gejala ini biasanya dirasakan pada hari-hari sebelum haid. Dalam fase itu, terjadi peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang menarik lebih banyak cairan ke payudara dan menyebabkan bengkak.

5. Mengganti obat
Beberapa obat juga diketahui memberikan efek samping yang menyebabkan keluarnya cairan dari puting. "Ini bisa berupa suplemen herbal atau obat-obat resep. Tapi yang paling umum adalah obat-obat psikiatri," ujar Sassie. (asr)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA