FOTO: Petualangan Nenek 'Ama' Nelayan Jepang di Laut Pasifik

Martin BUREAU / AFP, CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 03:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok nenek Ama, nelayan tradisional Jepang telah mengarungi lautan Pasifik selama berpuluh-puluh tahun.

Sekelompok nenek-nenek Jepang muncul dari sebuah perahu yang kembali ke pantai. Dibalut pakaian selam hitam, mereka adalah bagian dari komunitas nelayan
Mereka mengenakan pakaian lengkap untuk menyelam, dari topeng yang menutupi mata hingga hidup dan wetsuit hitam. (Martin BUREAU / AFP)
Selama musim menyelam, yang berlangsung selama 10 bulan dalam setahun, asosiasi nelayan setempat meneliti ramalan cuaca dan informasi tentang stok laut setiap hari. (Martin BUREAU / AFP)
Setiap 'ama' yang berarti 'wanita laut' hanya memiliki peralatan yang belum sempurna yakni cincin apung untuk memberi tanda kehadirannya di permukaan saat ia menyelam. (Martin BUREAU / AFP)
Hanya ribu ama yang tersisa di Jepang, turun dari lebih dari 12 ribu pada 1930-an, menurut catatan yang disimpan oleh museum kelautan di Toba. (Martin BUREAU / AFP)
Sebuah pandangan klise mengenai Ama yakni para perempuan telah lama bekerja keras untuk memberi makan keluarga di mana jenis pekerjaan lain terbatas. (Martin BUREAU / AFP)
Para wanita yang berusia antara 60 hingga 80 tahun dapat disalahartikan sebagai remaja di bawah air, meluncur dengan anggun di kedalaman laut Pasifik yang gelap. (Martin BUREAU / AFP)
Para Ama yang sedang bersiap untuk 'terjun' mengarungi lautan Pasifik. (Martin BUREAU / AFP)
Di masa lalu, wanita muda akan menjadi ama ketika mereka meninggalkan sekolah menengah. (Martin BUREAU / AFP)
Para wanita, beberapa di antaranya bahkan berjalan dengan punggung mereka membungkuk seiring bertambahnya usia, mengakui pekerjaan itu dibayar rendah dan berbahaya. (Martin BUREAU / AFP)
Para Ama berkumpul di dekat perapian setelah selesai melaut. (Martin BUREAU / AFP)


ARTIKEL TERKAIT