Korea Selatan Ajak Turis Bermalam di Vihara

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 17:42 WIB
Korea Selatan Ajak Turis Bermalam di Vihara Vihara Sansa di Korea Selatan. (CIBM via whc.unesco.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika berkunjung ke Korea Selatan banyak turis hanya terpaku pada pusat kotanya. Ragam toko kecantikan, fesyen sampai warung kuliner di Seoul memang sangat menarik untuk dikunjungi.

Keindahan dan kisah di balik gagahnya Istana Gyeongbok juga menarik untuk digali, selagi tampil dalam busana tradisional Hanbok.

Tapi jika ingin menyelami budaya Korea Selatan lebih dalam, turis bisa bermalam di vihara Buddha di sejumlah lokasi jauh dari bising kota.


Mengutip Lonely Planet pada Minggu (25/11), kegiatan bermalam di kuil atau yang disebut Templestay ini merupakan salah satu program yang diciptakan oleh Cultural Corps of Korean Buddhism.

Kesempatan bermalam di dalam vihara umumnya dibanderol dengan harga 50 ribu won (sekitar Rp640 ribu) per orang untuk dua hari satu malam.

Program ini dirilis sebagai wujud promosi pariwisata Korea Selatan.

Melalui program tersebut, turis dapat merasakan langsung ritual-ritual budaya di vihara, seperti upacara Buddha, meditasi hingga membuat lentera teratai dan tasbih.

Selain itu, turis juga akan dituntut melakukan diet sederhana dengan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung produk hewani maupun bumbu-bumbu tertentu, seperti yang dilakukan para biksu.

Terdapat 130 vihara yang ikut serta dalam program Templestay, dan 26 kuil di antaranya menerapkan program dalam Bahasa Inggris untuk turis mancanegara.

Salah satu di antara lokasi vihara dengan program Templestay meliputi Vihara Gunung Buddha Sansa.

Pertengahan tahun ini, Sansa masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Templestay sendiri sudah mulai diterapkan sejak 2002 sebagai promosi budaya tradisional. Kala itu Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Informasi mengenai program Templestay bisa ditemukan melalui situs https://eng.templestay.com/

(fey/ard)