Jokowi Tegaskan Dukungan ke Sektor Pariwisata

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 20:43 WIB
Jokowi Tegaskan Dukungan ke Sektor Pariwisata Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi mengatakan pemerintah menargetkan sektor pariwisata tumbuh hingga 7 persen, atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Artinya, pertumbuhan pariwisata dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi dunia," jelasnya dalam Instagram miliknya, Kamis (29/11).


Melalui akun Instagram @jokowi, dia menilai hal ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini pula yang jadi alasan Pemerintah Indonesia membangun Sepuluh Bali Baru.


"Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke negeri kita terus tumbuh. Bahkan ketika ada berita-berita tentang gempa bumi dan tsunami, kunjungan wisatawan tetap mengalir," ujarnya.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku akan terus melakukan promosi Wonderful Indonesia menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), termasuk dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling). Hal itu juga bakal dilakukan melalui strategi denga media dan melalui pameran pariwisata internasional.


Strategi pemasaran dengan pendekatan DOT akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang memiki Akses, Amenitas, Akses (A3) sudah siap. Bali Baru sendiri meliputi Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang), Bunaken-Wakatobi Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

"Kita juga akan melakukan transformasi menuju pariwisata 3C, yaitu CEO Commitment, Change Agent, dan Competence," katanya.

Arief juga telah meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran dan melihat pembangunan lokasi Marine Research Centre (SeaWorld), termasuk fasilitas Pelabuhan di Pantai Timur Pangandaran.

"Bisa dikatakan, Pangandaran adalah Bali-nya Jawa Barat. Pangandaran memiliki destinasi wisata yang beragam mulai dari pantai, sungai, bukit, dan cagar alam. Nanti, wisatawan yang berkunjung ke pantai Pangandaran akan semakin mudah," ujarnya.

Di lain pihak, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah berkomitmen mencanangkan daerahnya menjadi provinsi pariwisata. Khusus KEK Pangandaran, Pemprov Jabar akan mengalokasikan anggaran Rp40-65 miliar untuk penataan.

"Agar Pangandaran jadi destinasi wisata kelas dunia, semua harus berstandar internasional. Kawasan pasirnya tetap harus ada. Tempat duduk di pantai akan dibuat sebagus mungkin sehingga wisatawan tak duduk sembarangan. Pangandaran harus naik kelas, seperti Hawaii," tegasnya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Kemenpar pun menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 17 juta pada  2018, dan 20 juta pada tahun 2019. 

Merujuk data BPS, kunjungan wisman ke Indonesia meningkat 11,81 persen. Dari 10,7 juta selama periode Januari-September 2017, menjadi 11,9 juta selama Januari-September 2018. (mle/egp)