Mengenal Sindrom Kepala Datar yang Diidap Anak Chrissy Teigen

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 16:26 WIB
Mengenal Sindrom Kepala Datar yang Diidap Anak Chrissy Teigen Chrissy Teigen (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cuitan maupun unggahan model Amerika Serikat, Chrissy Teigen kerap menarik perhatian netizen. Belum lama ini, Teigen mengunggah kebersamaan dirinya dan sang buah hati, Miles. Dalam foto, tampak Miles mengenakan helm.

"Bayiku mengenakan helm pembentuk kepala hari ini! Tak perlu merasa kasihan padanya kalau melihat foto ini. Dia bahagia dan kami sedang memperbaiki (kepalanya yang) datar," ujar Teigen lewat akun Instagram @chrissyteigen.

[Gambas:Instagram]


Bayi berusia enam bulan ini mengalami flat head syndrome atau sindrom kepala datar. Sindrom yang juga dikenal dengan nama plagiocephaly ini umum dialami oleh satu dari lima bayi di dunia. Sindrom kepala datar timbul akibat bayi terlalu lama tidur terlentang.

Berdasarkan American Academy of Pediatrics, dokter merekomendasikan bayi tidur terlentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian mendadak pada bayi. Namun, untuk bayi prematur, risiko sindrom kepala datar lebih besar karena tulang tengkorak mereka yang lebih empuk saat lahir.


"Ini bukan kasus yang perlu perhatian besar, karena sindrom tidak menimbulkan efek apa pun pada otak dan bentuk kepala akan berkembang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu," kata pihak Badan Layanan Kesehatan Inggris, melansir CNN.

Bentuk kepala dapat dikoreksi dengan terapi fisik dan pengukuran noninvasif. Helm terapi seperti yang dikenakan Miles sebenarnya jarang diperlukan.

Teigen sendiri telah membawa Miles ke tempat terapi fisik dan melakukan terapi otot selain terapi dengan helm.

Meski terkesan tidak penting, terapi helm dikerahkan para orang tua yang memperhatikan kondisi bentuk kepala anaknya. Salah satu orang tua yang membagikan pengalamannya adalah Kristin Nicole Guthrie. Anaknya, Colton, mengenakan helm untuk terapi di usia 5,5 bulan setelah berkonsultasi dengan terapis.


"Ini menakjubkan. Selama sepekan, kami sudah melihat ada perubahan. Tiap pekan dan kemudian tiap dua pekan, mereka mengeceknya dan mengukur kepala Colton, kami bisa melihat perubahannya,"kata dia.

Senada dengan Guthrie, Ana-Marija Svitek pun merasa penggunaan helm mampu menjadi solusi untuk memperbaiki bentuk kepala anaknya, Jacob. Jacob yang sempat menghabiskan waktu untuk perawatan intensif pascalahir mengalami sindrom kepala datar di salah satu sisi kepalanya.

"Tim NICU menyarankan helm dan ini adalah keputusan terbaik buat kami. Dia bisa mengenakannya tanpa masalah dan hasilnya menakjubkan dan cepat. Helmnya sangat ringan dan dia tidak masalah dengan itu," kata Svitek. (asr/asr)