Berobat saat Momen Libur Berisiko Memperburuk Kesehatan

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 06:37 WIB
Berobat saat Momen Libur Berisiko Memperburuk Kesehatan Ilustrasi (Johannes EISELE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berobat atau menjalani rawat inap di rumah sakit saat libur dapat berujung pada risiko buruk bagi pasien. Risiko muncul lantaran beberapa faktor seperti kesalahan medis dan minimnya tenaga kesehatan.

"Dalam merawat pasien selama periode liburan di bulan Desember, saya dan rekan-rekan menyadari kami semua memiliki pengalaman bahwa merawat pasien selama liburan sedikit lebih berisiko," kata salah satu peneliti Lauren Lapointe-Shaw, dikutip dari CNN.

Lapointe-Shaw dan rekannya menganalis catatan medis lebih dari 670 ribu pasien penyakit akut yang keluar dari rumah sakit di Ontario dari 1 April 2002 hingga 31 Januari 2016. Peneliti lalu membandingkan kepulangan pasien dalam tiga periode yakni masa libur Natal, empat pekan sebelum libur, dan empat pekan setelah liburan.



Peneliti juga melihat jadwal kontrol dalam waktu 7 dan 14 hari. Selain itu, peneliti juga melihat risiko kematian atau kembalinya pasien untuk menjalani perawatan di rumah sakit dalam 7, 14, dan 30 hari.

Hasilnya, sepertiga pasien dipulangkan selama periode liburan. Lapointe-Shaw menyebut, pasien ini memiliki peningkatan risiko kesehatan yang memburuk. Selain itu, mereka juga sangat mungkin untuk kembali melakukan kontrol medis setelah dinyatakan sehat dan keluar dari rumah sakit.

Pada pasien yang keluar selama libur bulan Desember, per 100 ribu pasien terdapat 26 kematian, 188 dirawat kembali di rumah sakit, dan 483 kunjungan gawat darurat.

"Sesuatu yang berbeda terjadi pada pasien ini. Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi, dan meskipun begitu, mereka tidak mendapatkan perawatan transisi optimal seperti yang kami inginkan," kata Lapointe-Shaw.


Profesor Seth Goldstein dari Northwestern University Feinberg School of Medicine melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kesehatan yang memburuk itu meningkat. Faktor muncul dari pasien dan pihak rumah sakit.

Faktor dari pasien meliputi keengganan dirawat dan perubahan rutinitas. Sedangkan dari pihak rumah sakit, meliputi staf yang sedikit dan terlalu cepat memulangkan pasien agar mereka bisa berada di rumah untuk liburan.

Dia menyarankan agar setiap rumah sakit dan tenaga kesehatan memastikan kondisi pasien. (ptj/asr)


ARTIKEL TERKAIT