Lawan 'Holiday Blues' dengan Hindari Hal-hal yang Mengganggu

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 10:22 WIB
Lawan 'Holiday Blues' dengan Hindari Hal-hal yang Mengganggu Ilustrasi liburan (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penghujung tahun biasanya menjadi momen tepat untuk introspeksi diri. Mengingat kembali apa yang terjadi selama satu tahun sebelumnya bukan hal yang mudah, apalagi jika kenyataan pahit yang harus diterima. Dengan begitu, tak semua orang menyambut momen libur akhir tahun ini dengan bahagia.

Faktanya, perasaan stres atau depresi dan suasana hati yang buruk memengaruhi banyak orang di hari libur. Meski belum ada data yang menunjukkan tingkat depresi di penghujung tahun, namun beberapa ahli mengatakan bahwa 'holiday blues' adalah fenomena nyata.

Mengutip Huffington Post, berikut adalah beberapa risiko mental di momen libur dan bagaimana Anda dapat menghindarinya.


1. Harapan yang tidak realistis
Berharap besar akan momen liburan yang sempurna tak hanya bisa berujung kekecewaan, tapi juga potensi gejala depresi.


"Orang-orang memiliki fantasi dari liburan yang dilihatnya di televisi dan media-media," ujar psikiater, Mark Sichel. Liburan-liburan yang ditimbulkan, kata dia, terlihat begitu sempurna.

Penting untuk mengelola ekspektasi selama liburan tanpa harus berharap pengalaman berlibur yang sempurna. "Tak ada yang bisa dipaksakan," kata Sichel.

"Memiliki rasa syukur mungkin bisa jadi obat penawar terbaik bagi depresi," ujar Sichel.

2. Terlalu banyak rencana
Menjelang hari libur, mendadak berbagai rencana muncul di kepala. Belum lagi undangan-undangan pesta yang datang dari kerabat. Saking antusiasnya, Anda menyetujui segala rencana tersebut tanpa pikir panjang.

Padahal, semakin banyak rencana, semakin takut pula diri Anda karena tidak dapat menyelesaikan semuanya. Sichel menyebut, hal itu umum menjadi penyebab holiday blues. Kebingungan semacam itu dapat berkontribusi pada perasaan sedih.


3. Membanding-bandingkan dengan orang lain
Baik dalam kehidupan nyata dan dunia maya, kebiasaan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah nyata.

Di momen libur, beragam unggahan kebahagiaan yang dirasakan kerabat bakal bermunculan. Membanding-bandingkan kebahagiaan berlibur Anda dan orang lain hanya akan berujung kesedihan.

"Mereka cenderung membuat kita merasa buruk tentang diri kita sendiri," kata Sichel.

4. Mengalami gejala gangguan afektif musiman
Jika Anda cenderung merasa bersedih saat musim-musim tertentu, Anda mungkin mengalami gangguan afektif musiman (SAD).

Menurut Sichel, banyak orang berpikir bahwa mereka mengalami holiday blues. Padahal, bisa jadi sebenarnya mereka menderita SAD, suatu bentuk depresi yang disebabkan oleh perubahan musim. (asr/asr)