FOTO: Berburu Balok Es untuk Bertahan Hidup

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 11:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Yakutsk, salah satu wilayah terdingin di dunia, hidup bergantung pada danau yang membeku untuk memenuhi kebutuhan air minum.

Yakutsk, kota di wilayah timur laut Siberia, dikenal sebagai salah satu wilayah terbesar Rusia dan wilayah terdingin di Bumi. Saat musim dingin tiba, kota ini diserang suhu udara yang lebih dingin daripada umumnya. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)
Kondisi seperti itu membuat orang-orang Sakha--panggilan bagi para penduduk Yakutsk--kerap bergantung pada danau yang membeku untuk memenuhi kebutuhan airnya. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)
Salah seorang warga Yakutsk, Innokenty Tobonov, misalnya, yang bersusah payah memotong balok es dari danau bersuhu minus 41 derajat Celcius untuk menjadikannya air minum. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)
Faktanya, sejumlah desa di Yakutzk bergantung pada air dari balok es hampir sepanjang tahun. Menggali sumur terlalu mahal bagi orang-orang Yakutsk. Air keran di desa juga hanya cukup untuk 2,5 bulan dalam setahun. Berbagai faktor membuat balok es menjadi sumber air minum paling memungkinkan bagi warga Yakutsk. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)
Orang-orang Sakha biasanya mulai memburu persediaan air pada bulan November. Saat cuaca hangat, mereka memindahkan pasokan air ke gudang bawah tanah yang menjadi freezer alami sepanjang tahun. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)
Berburu air dari danau yang membeku bukan pekerjaan mudah. Pekerjaan itu membutuhkan stamina fisik yang kuat. Belum lagi jika ketebalan balok es mencapai 50 sentimeter.
Beberapa warga terbiasa meminumnya mentah. Namun, beberapa warga yang lain memilih untuk memanaskannya terlebih dahulu. Menurut mereka, air dari balok es yang meleleh begitu saja tak punya banyak kandungan kalsium dan magnesium yang diperlukan tubuh. (Photo by Mladen ANTONOV/AFP)


ARTIKEL TERKAIT