Panduan Penggunaan Susu Evaporasi dan Kondensasi

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 09:06 WIB
Panduan Penggunaan Susu Evaporasi dan Kondensasi Ilustrasi (Istockphoto/Julia_Sudnitskaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika Anda gemar memasak, tentu Anda tak asing lagi dengan produk susu olahan seperti susu evaporasi dan kondensasi. Kedua jenis susu itu kerap digunakan sebagai penambah rasa makanan.

Kedua jenis susu itu terdengar sama dan dianggap sebagai susu kental manis. Sama-sama dikemas dalam kaleng dan berbentuk kental, banyak orang sulit untuk membedakannya.

Padahal, meski tampak sama, susu evaporasi dan kondensasi punya kegunaan berbeda.


Berikut panduan menggunakan susu evaporasi dan kondensasi bagi pemula.

Susu evaporasi
Susu evaporasi merupakan susu tanpa pemanis. Susu ini berasal dari susu sapi dengan sekitar 60 persen kadar air yang dihilangkan dari susu segar. Evaporasi menjadi salah satu cara untuk membuat susu sapi tahan lama.

Dikutip dari Foodbeast, susu ini dibuat dengan cara dididihkan perlahan di atas api kecil hingga 60 persen kadar air menguap. Hasilnya, susu akan menjadi lebih kental, tebal, dan berkrim.

Susu evaporasi dapat digunakan sebagai campuran untuk membuat mac & cheese atau mashed potatoes. Susu ini juga bisa dipakai sebagai pengganti krim dan memiliki keuntungan karena mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan krim.

Susu kondensasi
Susu kondensasi dibuat dengan cara yang hampir sama dengan susu evaporasi. Hanya saja, susu kondensasi ditambahkan dengan gula sehingga disebut juga dengan susu kental manis.

Penambahan pemanis ini membuat nutrisi kesehatan susu kondensasi tidak sebaik susu evaporasi.

Susu kental manis dapat digunakan untuk penambah rasa pada makanan penutup sehingga lebih menarik dan manis.

Selain berbeda, dua susu ini juga memiliki persamaan yakni sama-sama dapat disimpan di dapur hingga satu tahun. Setelah kaleng dibuka, simpan di dalam lemari pendingin agar tahan lama. Rekomendasi penggunaan setelah disimpan di kulkas adalah sekitar lima hari. (ptj/asr)