Namun, selain gagal ginjal ada beberapa penyakit lainnya yang membutuhkan cuci darah. Beberapa penyakit itu di antaranya keracunan dan sepsis.
Sepsis sendiri merupakan kondisi medis di mana seluruh tubuh mengalami peradangan akibat infeksi. Sepsis adalah komplikasi yang jarang terjadi, tapi sangat berbahaya dari suatu penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Yang Terjadi di Tubuh Saat Proses Cuci Darah |
"Gangguan ginjal itu biasanya terjadi secara akut sehingga membutuhkan penanganan segera," ujar Tunggul yang merupakan ahli ginjal dan hipertensi ini kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).
Pada tahap tersebut, metode cuci darah dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal sementara.
Hal ini berbeda dengan gagal ginjal yang memerlukan proses dialisis terus menerus atau seumur hidup. Dialisis pada gagal ginjal dilakukan karena ginjal tak lagi berfungsi dan tidak bisa ditangani secara konservatif melalui diet dan obat-obatan.
Pada dialisis menggunakan mesin atau dikenal dengan hemodialisis, proses dilakukan dengan menggunakan tiga komponen utama yakni mesin hemodialisis, selang hemodialisis (blood tubing), dan dialiser (ginjal buatan). Ginjal buatan itu memiliki kapiler-kapiler halus untuk memisahkan racun dari darah.
Metode hemodialisis ini dilakukan dengan mengalirkan darah dari tubuh pasien, biasanya paha atau leher dengan selang menuju dialiser dan dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Darah itu dialirkan dengan kecepatan 200-250 cc per menit. (ptj/asr)