Namun rentetan sinyal tanda bahaya ini seakan tidak menyurutkan niat para turis penikmat wisata alam sekaligus petualangan untuk tetap melakukan perjalanan yang mengandung risiko ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam riset terbarunya Donovan mengingatkan bahayanya wisata gunung berapi. Ia merasa kalau masih banyak agen perjalanan wisata dan turis yang menyepelekan keselamatan saat berwisata gunung berapi.
Pendapatnya ini mengacu pada perilaku yang sering dilakukan oleh sebagian besar turis, yakni mendekat ke kawah demi mendapatkan foto atau video yang fotogenik.
Salah satu contohnya, ia melanjutkan, banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan gunung berapi di Islandia hanya untuk selfie dekat di kawah.
Bahkan pemerintah setempat seakan enggan memberi tahu tentang ancaman tersebut, karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kepanikan bagi turis dan berujung pada berkurangnya jumlah kunjungan ke Islandia.
Donovan menyebutkan cara aman untuk menikmati wisata gunung berapi adalah dengan menumpang pesawat. Walau jauh lebih mahal namun hal ini jelas jauh lebih aman dan bertanggungjawab ketimbang cara lainnya.
Sebab apapun yang dimuntahkan oleh gunung berapi dari jarak dekat kemungkinan besar tidak bisa dihindari dengan cara berlari.
(agr/ard)