Banjirnya kota Venesia, memutihnya 'padang' terumbu karang di Great Barrier Australia, hingga melelehnya salju abadi di Puncak Jaya Pegunungan Jayawijaya.
Mengutip CNN Travel, Rabu (9/1), setidaknya ada lebih dari 1.000 situs warisan dunia UNESCO yang ada di seluruh pelosok bumi. Namun jika kondisi ini tidak berubah ke arah yang lebih baik, maka tidak menutup kemungkinan situs-situs itu akan musnah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pemerintah kota Greenland mempromosikan wisata untuk melihat langsung dampak perubahan iklim yang diberi judul 'Lihatlah sebelum semuanya terlambat'.
Naiknya permukaan air laut juga mengancam eksistensi patung-patung misterius di Pulau Paskah di sisi tenggara Samudera Pasifik.
Selain itu, Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat juga sudah mengalami gejala-gejala yang mengancam keselamatannya seperti musim dingin yang singkat, sungai yang menghangat, permukaan air danau yang menyusut, hingga musibah kebakaran hutan.
Para pakar memprediksi setengah dari lahan basah di Taman Nasional Yellowstone akan segera lenyap.
Sementara itu di bagian dunia yang lain, suhu panas juga menyerang kepulauan Galapagos di Ekuador.
Berdasarkan catatan Lembaga Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) sekitar 241 situs warisan dunia UNESCO terancam oleh perubahan iklim.
"Jika kita berusaha merubah kondisi ini (perubahan iklim), akan seperti apa rupa situs-situs tersebut di masa depan?," ujar direktur UNESCO, Mechtild Rossler. (agr)