Lonely George, Siput Terakhir Paling Kesepian di Dunia Mati

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 13:44 WIB
Lonely George, Siput Terakhir Paling Kesepian di Dunia Mati ilustrasi siput (Istockphoto/gaffera)
Jakarta, CNN Indonesia -- George yang kesepian kini mati. Lonely George merupakan siput terakhir dari spesiesnya di muka bumi. 

Nama itu disematkan lantaran George tak berkawan. Maklum, ia adalah satu-satunya siput pohon Hawaii atau dengan nama latin Achatinella apexfulva yang tersisa di dunia.

George sudah kesepian sejak lahir 14 tahun lalu. Ia tinggal di fasilitas penangkaran University of Hawaii, sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan spesiesnya dari kepunahan. 



Genus Achatinella, termasuk Lonely George, terkenal sebagai jenis yang keong yang besar dan cantik.

"Mereka adalah siput pohon yang paling terkenal, besar dan cantik, yang dulu sangat berlimpah di hutan ... di pulau itu," kata profesor dari University of Hawaii Emeritus Michael Hadfield, dikutip dari CNN.

Hanfield merupakan orang dibalik laboratorium konservasi siput di University of Hawaii, tempat Lonely George tinggal. Laboratorium ini mempelajari pertumbuhan populasi siput. 

Achatinella apexfulva kini masuk dalam ratusan spesies siput dari kepulauan Hawaii yang telah punah dalam beberapa dekade terakhir.

Jumlah spesies siput di Hawaii hampir mencapai 800 dan tergabung dalam 11 famili yang berbeda. Tiga perempat dari spesies itu sudah punah.

Populasi keong di Hawaii terus menurun lantaran spesies invasif seperti tikus dan bunglon yang masuk ke Hawaii dan kerusakan habitat.

"Sejauh yang kami tahu, keong pohon Hawaii berevolusi tanpa predator, jadi mereka tidak pernah mengembangkan mekanisme pertahanan," ucap Hadfield.


Kini ahli biologi tengah mencari cara untuk bisa menghidupkan George kembali. Hadfield mengatakan ahli biologi telah mengamankan sebagian DNA George, yang berarti ada kemungkinan bahwa dunia bisa kembali melihat keong kesepian ini.

"Bank-bank gen sedang diperluas di seluruh dunia. Di suatu tempat, suatu hari nanti, mungkin kita bisa menggunakan ini untuk menghidupkan kembali George," ungkap Hadfield.


(ptj/chs)


ARTIKEL TERKAIT