Finlandia Buka Kursus Jadi 'Putri Duyung'

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 01:17 WIB
Finlandia Buka Kursus Jadi 'Putri Duyung' 'Putri' Duyung (REUTERS/Attila Cser)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puteri duyung hanya dianggap sebagai dongeng atau fantasi belaka. Cerita tentang puteri duyung pun sekadar sebagai inspirasi tayangan film atau serial televisi.

Namun di Finlandia, ada sekolah yang akan mewujudkan mimpi tiap orang untuk jadi duyung. 

Di sebuah kolam renang di Espoo, Finlandia, Maija Mottonen mengajari orang-orang dewasa untuk berenang layaknya duyung. 'Sekolah duyung' resmi pertama di Finlandia ini ingin menghubungkan antara fantasi dan kebugaran. 


"Ini adalah mimpi masa kecil saya yang jadi kenyataan. Ketika saya kecil, saya selalu ingin jadi duyung atau lumba-lumba. Namun saya pikir lebih mudah jadi duyung karena ia setengah manusia," ujar Mottonen seperti dikutip dari Reuters


Sejak Agustus lalu, lebih dari 200 wanita dan pria sudah mencicipi kelas yang diampu oleh Mottonen. Mantan guru TK ini berkata bahwa hobi berenang ala duyung kini tak hanya diminati anak-anak tetapi juga orang dewasa. 

Para peserta mengenakan ekor layaknya duyung mulai dari pinggang hingga ke ujung kaki. Ekor juga dilengkapi sirip layaknya ikan. 

Salah satu peserta, Markus Parviainen berkata bahwa kelas ini semacam sihir. Pekerja kontruksi ini membeli ekor secara daring dengan harga US$195 atau sekitar Rp2,7 juta demi mengikuti kelas. 

Parviainen berkata hobi barunya ini jadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Tak pelak hal ini pun membuat kawan seprofesinya mengernyitkan dahi. 

ilustrasiFoto: Istockphoto/Andrea Izzotti
ilustrasi

"Orang pikir, atau kebanyakan pria berpikir bahwa ini hanya untuk anak perempuan atau wanita dewasa. Tapi saya tak setuju, ini untuk siapapun, sepanjang Anda suka berenang," katanya. 

Sementara itu, Annika Ihatsu rela menyetir selama 40 menit dari rumahnya di Hyvinkaa untuk mengikuti kelas. Padahal ini musim dingin dan jalanan dalam kondisi licin karena salju. 

"Saat saya mencoba ini, saya langsung doyan. Saya merasa sangat bertenaga di dalam air," ujarnya.

Mottonen melatih murid-muridnya dengan mengenakan ekor berwarna pink. Ia mendeskripsikan berenang dengan ekor duyung seolah bergeral seperti ular. Gerakan ini diikuti tendangan lumba-lumba dengan ekor belakang agar bergerak maju. 

Untuk peserta yang sudah mahir seperti Parviainen, ia melatih gerakan mengibaskan ekor di permukaan, dalam kondisi kepala di bawah air. 


Berenang dalam kondisi musim dingin begini agak sulit diwujudkan apalagi jika ingin berenang di danau terbuka. Mottonen berkata ada sekitar 180ribu danau yang pas digunakan untuk latihan selama musim panas. Berenang di pantai hanya akan membuat ekor karet mengambang. 

"Kita punya banyak danau sehingga mudah (jika ingin berenang) di musim panas," imbuhnya. (els/chs)


ARTIKEL TERKAIT