Kepala Bidang Perkebunan TPHP Provinsi Bengkulu, Rasmawan, menuturkan wisata kebun kopi sangat cocok dikembangkan mengingat besarnya potensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di lokasi itu, wisatawan juga dapat berinteraksi dengan petani, memproses kopi, hingga meminum seduhan kopi langsung di perkebunan," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, kondisi geografis dan iklim di dua kawasan tersebut juga sangat mendukung untuk berlangsungnya beragam aktivitas khas kawasan agrowisata.
Menurut catatan Dinas Pertanian dan TPHP, Kabupaten Kepahiang memiliki hamparan perkebunan kopi seluas 24 ribu hektare. Sementara Kabupaten Rejang Lebong terdapat 21 ribu hektare yang sebagian besar dikelola secara mandiri oleh petani lokal.
Pada wilayah Kabupaten Kepahiang, kawasan agrowisata kebun kopi itu berada di kawasan Bukit Kaba dan memiliki sejumlah spot air terjun yang menawarkan keindahan panorama alam.
Wisatawan tidak hanya dimanjakan oleh kopi, namun juga Bukit Kaba dengan kawah vulkanik dan air terjun.
"Kami berharap dengan adanya wisata kebun kopi dapat membuat wisatawan betah berlama-lama di Bengkulu," katanya.
[Gambas:Instagram]
Bukit Kaba merupakan gunung api aktif dengan ketinggian berkisar 1.900 meter di atas permukaan laut. Bisa dikatakan Bukit Kaba adalah salah satu tujuan wisata mendaki gunung yang cukup dipadati pengunjung, terutama akhir pekan dan hari libur.
Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung harus berkendara menggunakan roda dua atau roda empat dari Kota Bengkulu menuju Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejanglebong. (agr)