Hindari DBD, Hidup Bersih Jauhi Jentik Nyamuk

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 13:31 WIB
Hindari DBD, Hidup Bersih Jauhi Jentik Nyamuk Ilustrasi nyamuk demam berdarah (REUTERS/Paulo Whitaker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musim hujan jadi waktu yang tepat bagi nyamuk berkembang biak, terutama jenis Aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Wilayah DKI Jakarta bahkan sudah ditetapkan memasuki fase waspada DBD selama Januari hingga Maret 2019.

Fase waspada DBD ini dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai peringatan dini kepada masyarakat. Peringatan fase waspada ditetapkan setelah melihat angka insidensi kasus DBD di Jakarta yang diperkirakan melonjak.

Peringatan dini ini juga merupakan upaya agar masyarakat dapat waspada dan mencegah terjadinya DBD. Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dari jentik nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.


Berikut tips menjaga kebersihan dari jentik nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk.

1. Menguras tempat penampungan air
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pencegahan utama penyakit DBD adalah membasmi penyebaran vektor-patogen dengan menghancurkan, mengubah, menghapus, atau mendaur ulang wadah yang menjadi tempat telur nyamuk bersarang.

Jentik nyamuk itu tumbuh di genangan air yang tidak mengalir seperti tempat penampungan air. Oleh karena itu, rutinlah menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, baskom, vas bunga, pot tanaman, dan akuarium.

Untuk penampungan air yang besar, berikan bubuk abate agar terbebas dari jentik nyamuk. Tutup rapat tempat-tempat penampungan air ini agar nyamuk tak membuat sarang di situ.

Bersihkan pula tempat genangan air lainnya seperti tempat penampungan di bawah wastafel, kulkas, AC, bahkan tempat minum hewan peliharaan. Pastikan tak ada wadah yang dapat menampung air hujan di sekitar lingkungan Anda.

2. Membersihkan lingkungan
Bukan hanya di dalam ruangan, pastikan pula lingkungan sekitar rumah aman dari jentik nyamuk. WHO menekankan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar seperti tempat sampah, talang air, selokan, dan jalanan.

Gotong royong membersihkan komplek tempat tinggal dapat menjadi solusi bersama agar lingkungan tetap bersih. Menginisiasi penyemprotan fogging juga dapat dilakukan untuk membasmi jentik nyamuk secara menyeluruh.

3. Hindari menggantung baju
Nyamuk senang berkumpul di celah-celah yang hangat maupun lembap. Hindari menggantung baju di belakang pintu atau tempat lainnya. Tumpukan baju merupakan salah satu tempat favorit nyamuk hinggap.

Segera pula lipat cucian atau jemuran yang sudah mengering dan simpan di lemari tertutup.

4. Lindungi tubuh
Melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dapat mencegah penyakit DBD. Gunakan pakaian tertutup seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu beserta kaus kaki dan topi untung menghindari gigitan nyamuk.

Oleskan obat anti nyamuk sebagai bentuk perlindungan tambahan. Waspadalah pada gigitan nyamuk di pagi dan sore hari. Ini merupakan waktu-waktu nyamuk Aedes aegypti mencari mangsa.

5. Kelambu
Sebagai bentuk perlindungan di rumah pasang kelambu di kamar tidur agar nyamuk tak datang saat terlelap. Selain itu, tutup ventilasi udara dengan penyaring agar nyamuk tak bisa masuk ke dalam rumah. (ptj/asr)