Para snowboarder ramai terlihat mengerumuni bukit bersalju yang berada dekat Gereja Sacre-Coeur di Montmartre.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rintik salju perdana ini memang turun cukup tebal, sehingga membuat salah satu jalanan utama di Paris, RN118, harus ditutup selama beberapa jam karena kendaraan tidak bisa melintas.
Masih membekas dalam ingatan warga Paris, ketika pada tahun lalu hampir 1.000 kendaraan terpaksa berhenti di jalan raya RN118, sehingga memaksa hampir 2.000 orang bermalam di dalam mobil.
RN118 dibuka kembali pada sore hari tetapi pembatasan kecepatan berlaku, dan jalanan itu akan ditutup lagi pada jam 21.00 malam ini karena ada peringatan datangnya badai.
Operator kereta SNCF telah mengeluarkan "peringatan dini" tentang kemungkinan terlambatnya kedatangan kereta cepat TGV karena gangguan salju. Peringatan yang sama juga berlaku bagi kereta bawah tanah dan bus.
Rintik salju yang lebih lebat diperkirakan bakal terjadi pada minggu ini, dengan suhu rata-rata sekitar nol Celcius.
Francois Gourand, dari Badan Perkiraan Cuaca Paris Meteo France, mengatakan kalau musim salju tahun ini menjadi "masalah klasik" bagi Paris, yang juga membawa berkah bagi resor-resor ski di pegunungan Pyrenees.
Gourand juga mengingatkan agar turis waspada saat berada di daerah yang rawan longsor salju, yang diperkirakan bakal mulai bergerak pada Rabu (23/1).
(ard)