Waspada Hepatitis A yang Menyerang Puluhan Murid SD di Depok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 14:33 WIB
Waspada Hepatitis A yang Menyerang Puluhan Murid SD di Depok Ilustrasi. (Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hepatitis A menebar teror di Depok. Setidaknya 45 murid Sekolah Dasar di Depok, Jawa Barat, dilaporkan terinfeksi virus hepatitis A pada Senin (28/1).

Orang tua patut waspada sebab virus hepatitis A (HAV) bisa menular lewat konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi maupun kontak dengan orang yang terinfeksi.

Dikutip dari laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), hepatitis A sangat berhubungan dengan makanan dan minuman yang tidak aman, lingkungan dengan sanitasi buruk dan kebersihan individu yang kurang.


Hepatitis A berbeda dengan hepatitis B dan C. Infeksi hepatitis A tidak sampai menyebabkan penyakit lever kronis. Hepatitis A yang berakibat fatal yang berakhir dengan kematian.


Hanya saja, jika tidak dicegah dan diatasi dengan baik, tetap bisa timbul gejala-gejala yang melemahkan tubuh dan hepatitis fulminan atau gagal hati akut.

Beberapa cara penularan virus Hepatitis A di antaranya:

a. Makan makanan dalam kondisi tangan tidak dicuci terlebih dahulu.

b. Minum air yang terkontaminasi.

c. Hubungan intim dengan orang yang terinfeksi virus.

d. Penggunaan jarum suntik secara bergantian.


Meski telah memastikan kebersihan makanan, minuman dan tidak sembarang menggunakan jarum suntik, orang bisa dalam risiko tinggi terkena hepatitis A.

Risiko semakin tinggi jika, sanitasi lingkungan buruk, tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi, bepergian ke daerah dengan tingkat kasus hepatitis A tinggi, dan melakukan kontak fecal-oral (feses dan mulut) dengan orang yang terinfeksi.

Jika sudah terinfeksi, biasanya virus memiliki masa inkubasi selama 14-28 hari. Kemudian gejala yang muncul bisa ringan sampai berat seperti, demam, malaise (lemas, kurang fit), hilang nafsu makan, diare, mual, perut tidak nyaman, urin berwarna gelap dan muncul penyakit kuning (kulit dan putih mata menguning). Tak semua orang yang terinfeksi akan memiliki semua gejala ini.

WHO menyebut anak di bawah 6 tahun yang terinfeksi biasanya tak memperlihatkan gejala berarti. Untuk usia di atas 6 tahun hingga usia dewasa memperlihatkan gejala yang lebih beragam. Penyakit kuning muncul pada 70 persen kasus.


Sementara itu, tak ada pengobatan khusus untuk mereka yang terinfeksi hepatitis A. Pasien hanya dirawat di rumah sakit jika mengalami gagal lever akut. Terapi fokus pada menjaga asupan nutrisi dan menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare.

Kunci untuk melawan hepatitis A dimulai dari peningkatan sanitasi, keamanan pangan dan imunisasi. Penyebaran virus kebanyakan akibat individu kurang menjaga kebersihan sehingga penting untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan.

Untuk memastikan anak-anak di sekolah makan dengan benar, orang tua perlu mempertimbangkan membawakan anak bekal. Jadi meski anak di sekolah, orang tua tetap bisa mengontrol apa yang mereka konsumsi. (els/stu)


ARTIKEL TERKAIT