Suhu air laut yang menghangat menyebabkan pemutihan di gugusan terumbu karang perairan Hawaii pada tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemutihan terumbu karang menjadi yang terparah di dunia, karena sebagian besar karang mati karena hal tersebut.
Terumbu karang menyediakan habitat bagi seperempat kehidupan laut, membentuk penghalang yang melindungi garis pantai dari badai dan membantu mendorong ekonomi pariwisata di seluruh dunia.
Para ilmuwan bersama The Nature Conservancy telah mempelajari terumbu karang selama tiga tahun terakhir untuk mengidentifikasi koloni yang paling tangguh.
"Peristiwa pemutihan seperti apa yang terjadi pada tahun 2015 dapat menekan karang ke titik di mana ia mungkin tidak pernah pulih," kata Eric Conklin, direktur ilmu kelautan untuk kelompok yang berbasis di Hawaii itu.
"Kami mensurvei lebih dari 14 ribu koloni karang di 20 lokasi di sepanjang pantai Hawaii Barat dari Kawaihae ke Keauhou dan kagum melihat banyak terumbu karang di kawasan itu telah stabil, yang merupakan langkah pertama menuju pemulihan."
Para ilmuwan menemukan bahwa banyak terumbu paling tangguh berada di daerah terpencil dengan akses garis pantai terbatas dan paparan kegiatan manusia, seperti pemancingan sampai pembuangan limbah.
Terumbu itu memiliki sedikit atau tidak ada penyakit karang, dan bukti menunjukkan bahwa karang baru mulai tumbuh, kata para ilmuwan.
(ard)