Mengenal Kanker Darah: Leukemia

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 14:35 WIB
Mengenal Kanker Darah: Leukemia ilustrasi leukemia (Istockphoto/Hailshadow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengejutkan datang dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam sebuah rekaman video, ia mengabarkan bahwa sang istri, Ani Yudhoyono sakit. Dia menderita kanker darah. 

"Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah," kata dia. 

Nenek empat cucu ini pun harus menjalani perawatan intensif di National University Hospital Singapura. Meski tidak terdapat informasi lebih spesifik mengenai kanker darah yang dialami Ani, dalam dunia medis mengenal ada tiga jenis kanker darah, salah satunya leukemia. 



Dikutip dari situs Hematology, leukemia adalah jenis kanker yang ditemukan dalam darah dan sumsum tulang. Sel darah putih berproduksi secara abnormal sehingga kemampuan melawan infeksi menurun dan merusak kemampuan sumsum tulang belakang dalam menghasilkan sel darah merah. 

Apa yang menjadi penyebab kanker darah ini? Sayangnya, sampai saat ini penyebab leukemia belum diketahui penyebabnya dengan pasti. 

"Pada banyak kasus jawaban singkat yang bisa diberikan : Kami tidak tahu," ujar Gerard Robbins, konsultan hematologi di BMI Mount Alvernia Hospital, Guildford, Inggris dikutip dari Net Doctor. 

Web MD melaporkan, orang tak bisa benar-benar mencegah leukemia. Namun ada faktor-faktor tertentu yang menjadi faktor risiko timbulnya kanker. 

Medical News Today menyebut faktor-faktor yang memperbesar kemungkinan kanker antara lain, radiasi ion artifisial, virus seperti HIV, kemoterapi sebagai terapi kanker yang berbeda, pewarnaan rambut, merokok dan riwayat keluarga dengan leukemia. Tak hanya itu, penyandang down syndrome juga disebut rentan terkena leukemia karena tubuhnya mengalami perubahan kromosom. 

Apa saja gejalanya?

Baik tanda maupun gejala pada tiap orang bisa berbeda. Secara umum gejala awal meliputi rasa lelah sepanjang waktu, kehilangan berat badan, demam dan mengalami infeksi berkali-kali. 

Di samping itu, gejala bisa berupa buruknya pembekuan darah sehingga seorang dengan leukemia mudah memar atau berdarah, muncul bintik merah atau keunguan pada tubuh.


Leukemia sendiri bisa dibedakan menjadi dua, akut dan kronis. Leukemia akut terjadi saat sebagian besar sel darah abnormal tak matang dan tidak bisa berfungsi normal sehingga kondisi tubuh kian memburuk dalam waktu cepat. Sedangkan leukemia kronis terjadi saat sel tak matang hanya ada beberapa dan lainnya masih normal dan berfungsi baik. Tubuh tetap menurun kondisinya tetapi berlangsung perlahan. 

Pilihan terapi untuk pemulihan beragam tergantung tipe leukemia (kronis atau akut) dan kondisi tubuh. Sejauh ini, pilihan terapi antara lain, kemoterapi, radiasi, terapi biologis, terapi target, cangkok sel induk, dan operasi. (els/chs)