Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal Circulation ini menemukan, risiko serangan jantung meningkat di kalangan perempuan muda.
Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis proporsi rawat inap di rumah sakit akibat serangan jantung di Amerika Serikat selama 2010-2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan yang bisa diambil adalah bahwa persentase peningkatan serangan jantung terjadi di antara pasien yang lebih muda, dan peningkatan terbesar tampaknya di antara perempuan muda," kata peneliti senior dari University of North Carolina, Melissa Caughey dikutip dari CNN.
Menurut dr Harmony Reynolds dari Sarah Ross Soter Center for Women's Cardiovascular Research, peningkatan perempuan muda yang mengalami serangan jantung berhubungan dengan faktor risiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang banyak terjadi pada kalangan itu.
"Kami melihat terjadi peningkatan faktor risiko itu pada perempuan muda," kata Reynolds.
Serangan jantung merupakan kejadian akut yang terjadi ketika jantung tidak menerima cukup darah. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan, setiap tahunnya, sekitar 790 ribu orang AS mengalami serangan jantung, sekaligus menjadi penyebab utama kematian di negara itu.
Di Indonesia, penyakit jantung juga menjadi penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen. (ptj/asr)