Joan mengutarakan keinginannya itu melalui Sewport, platform produksi garmen internasional yang menghubungkan label dan produsen. Lewat sebuah surat, Joan yang berusia 55 tahun itu bercerita mengenai niatnya itu.
Dalam surat itu, Joan mengaku menderita penyakit arteri perifer dan kaki kirinya akan segera diamputasi dalam waktu dekat. Dia tak ingin bagian tubuhnya itu terbuang membusuk percuma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bahkan sudah membuat sketsa tas idamannya itu untuk memudahkan perancang.
"Saya pikir tas tangan adalah bentuk yang paling logis. Pada dasarnya sama dengan tas kulit, tetapi ini dengan kulit saya, ini milik saya, jadi mengapa tidak?" kata Joan.
Joan membutuhkan orang yang memahami pembuatan tas sekaligus mengerti cari mengawetkan kulit hewan dan manusia. Dia sudah menyiapkan 3 ribu poundsterling atau hampir Rp55 juta. Harga ini pun masih fleksibel atau bisa ditawar.
"Saya tahu ini agak aneh dan menjijikkan, dan beberapa orang mungkin berpikir saya gila, tetapi ini adalah kaki saya, dan saya tidak dapat membayangkan bahwa [kaki saya] dibiarkan membusuk di suatu tempat. Itu bagian dari saya dan saya ingin menyimpannya," ucap Joan di akhir suratnya.
Sewport pun lantas mempromosikan keinginan Joan di situs resminya. Mereka mengumumkan tengah mencari perancang atau pembuat tas yang bersedia membuat tas dari kulit kaki.
"Kreativitas tidak mengenal batas dalam mode, dan di dunia saat ini desainer bekerja dengan berbagai bahan untuk menghidupkan visi mereka. Kami membutuhkan seseorang yang telah bekerja dengan kulit binatang dan bersedia untuk merawat sejumlah kecil kulit manusia dan menggunakannya untuk membuat tas tangan," kata perwakilan dari Sewport Boris Hodakel. (ptj/asr)