Studi: Konsumsi Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Usus

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 16:57 WIB
Studi: Konsumsi Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Usus Ilustrasi menu daging olahan. (Foto: morgueFile/frolicsomepl)
Jakarta, CNN Indonesia -- Studi terbaru yang dilakukan oleh Oxford Academic mencatat mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tertentu bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal (usus).

Jika rata-rata orang mengkonsumsi 76 gram daging merah atau daging olahan setiap harinya memiliki peluang 20 persen lebih tinggi memicu perkembangan kanker usus. Dibandingkan orang yang 'hanya' mengkonsumsi 21 gram daging atau setara dengan satu potong daging.

Studi ini juga menemukan jika daging olahan seperti sosis atau bacon memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan daging merah. Daging olahan memiliki peluang 20 persen leebih tinggi untuk setiap 25 gram konsumsi daging olahan per har dibandingkan risiko 19 persen konsumsi 50 gram daging merah .


"Sejumlah kecil daging olahan memiliki efek yang sama dengan mengkonsumsi sejumlah besar daging merah," imbuh profesor Tim Key, salah satu peneliti dan wakil direktur unit epidemiologi kanker di Oxford University seperti dilansir CNN.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (National Health Service/ NHS) mencatat sepotong ham memiliki kandungan 23 gram daging olahan sementara 8 ons daging steak mengandung 163 gram daging merah.

Pusat Kanker Inggris sebagai lembagai yang mendanai riset ini mengimbau masyrakat yang menkonsumsi lebih dari 90 gram daging merah dan olahan (setelah dimasak) untuk menguranginya hingga maksimal 70 gram sehari.

Kanker usus menjadi 'pembunuh' nomor tiga yang diidap oleh perempuan dan laki-laki dewasa di Inggris.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan pada 2015 memiliki cukup bukti untuk mengklasifikasikan dagin olahan sebagai karsinogenik bagi tubuh manusia.

Dr Gunter Kuhnle, profesor di bidang nutrisi dan kesehatan University of Reading Inggris mengonfirmasi jika konsumsi daging merah dan olahan bisa meningkatkan risiko kanker usus. (ani)