Penelitian terbaru menunjukkan tidur di akhir pekan tak baik untuk kesehatan. Tidur di akhir pekan dapat memperburuk kondisi perut. Studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology mendapati tidur di akhir pekan dapat berujung pada berat badan yang meningkat.
Para peneliti menganalisis tidur 36 laki-laki dan perempuan yang dibagi dalam tiga kelompok selama 10 hari. Semuanya merupakan orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan atau bayi baru lahir yang dapat memengaruhi kualitas tidur mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok laki-laki yang kurang tidur menunjukkan peningkatan berat badan 2,8 persen, sementara perempuan mengalami kenaikan berat badan sebesar 1,1 persen.
Sedangkan laki-laki yang tidur di akhir pekan menunjukkan penambahan berat badan 3 persen, dan perempuan naik 0,05 persen.
Selain meningkatkan berat badan, tidur di akhir pekan juga dikaitkan dengan terganggunya kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah. Orang yang tidur di akhir pekan mengalami peningkatan sensitivitas terhadap insulin sehingga meningkatkan risiko terhadap diabetes.
Lihat juga:Studi: Suka Begadang Bikin Otak Jadi 'Lemot' |
Polotsky menilai, penambahan berat badan itu terjadi karena pengaruh hormon kelaparan yang muncul akibat kurang tidur kronis.
"Hormon leptin mengurangi nafsu makan, sedangkan hormon ghrelin meningkatkan nafsu makan. Kita tahu dari penelitian sebelumnya bahwa kurang tidur menyebabkan leptin turun dan ghrelin naik, jadi Anda lapar," ucap Polotsky. (ptj/asr)