Namun, pada tingkat yang parah, perang ini dapat memengaruhi perilaku dan psikologi seseorang. Sebagaimana pelaku penembakan di Selandia Baru yang mengaku terinspirasi dari gim daring.
Psikolog klinis Personal Growth, Anita Carolina Hendarko menjelaskan, game online peperangan dapat memengaruhi psikologi dan kognitif para pemainnya, terutama pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anita menyebut ada beberapa alasan--seperti yang dikemukakan Gentile & Anderson--yang memengaruhi seseorang berperilaku agresif setelah menonton atau memainkan video game. Dengan bermain, penonton atau pemain bisa mengidentifikasi dirinya seperti tokoh di dalam gim.
Game online dengan unsur kekerasan, kata Anita, dapat meningkatkan keterbangkitan fisik serta pikiran, perasaan, dan perilaku agresif. "Jadi, apa yang dilakukan oleh penembak di Selandia Baru juga bisa disebabkan karena ia terinspirasi dan meniru gim dengan konten agresif," kata dia.
Video game, kata Anita, merupakan media yang memiliki kekuatan besar. Tak hanya mampu mengirimkan pesan melalui pendengaran, tapi juga melalui penglihatan dan gerakan.
Pengaruh game online rentan pada orang-orang tertentu. Ia lebih mungkin terjadi pada laki-laki karena prevalensi pemain game online mayoritas merupakan laki-laki. Selain itu, kata Anita, usia anak dan remaja juga lebih rentan terpengaruh terhadap perilaku agresif dari game online.
Anak dengan pola asuh orang tua yang otoriter, manja, atau melakukan kekerasan dalam rumah tangga juga lebih mungkin meniru kekerasan dari game online.
Selain anak-anak, individu yang depresi dan memiliki konsep diri yang rendah juga rentan terhadap pengaruh game online.
Agar tak terpengaruh, Anita membagikan beberapa cara untuk membatasi diri.
1. Bagi individu berusia anak, orang tua perlu membatasi waktu dan mengawasi penggunaan gawai dan game online sehari-hari. Hindarkan anak-anak dari gim bertema kekerasan dan pilihlah yang bertema edukasi.
2. Beri pengertian pada remaja mengenai pentingnya membatasi diri dari bermain game online bertema kekerasan dan memberi tahu bahwa apa yang ada pada gim tersebut tidak boleh dilakukan di kehidupan nyata karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
4. Hindari pemasangan terlalu banyak gim di komputer atau ponsel. Hal ini dapat membuat individu menjadi betah berlama-lama di layar komputer/hp untuk bermain gim.
5. Minta bantuan orang tua, sahabat, atau pacar untuk mengingatkan ketika sudah terlalu lama bermain game online.
6. Jika sudah mencoba berbagai macam cara, pergilah ke profesional terdekat untuk segera mendapatkan bantuan dan solusi.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)