Ancaman Kesehatan Jika Terlalu Larut dalam Permainan PUBG

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 15:54 WIB
Ancaman Kesehatan Jika Terlalu Larut dalam Permainan PUBG Ilustrasi (David Becker/Getty Images for Xbox Live/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mengkaji fatwa haram untuk gim Player Unknown's Battlegrounds (PUBG). Rencana pengkajian ini muncul akibat sederet dampak negatif dari gim bertema perang itu.

Betapa tidak, peperangan dalam gim disebut-sebut memengaruhi perilaku seseorang. Sebagaimana pelaku penembakan masjid di Selandia Baru yang mengaku terinspirasi dari gim sejenis.

Tak cuma memengaruhi kesehatan mental, PUBG juga berdampak pada beberapa gangguan fisik yang bisa berujung fatal. Waktu bermain yang terlalu lama membuat pemain terpaksa mengalami berbagai keluhan di organ tubuh.


Faktanya, di balik keseruan PUBG, ada sederet ancaman kesehatan yang bersembunyi.

1. Gangguan pada mata
PUBG menjadi alasan pemain untuk berlama-lama menatap layar gawai. Hal itu membuat mata merasa lelah dan berujung pandangan buram, kering, bahkan bisa membuat kepala berkunang-kunang hingga rasa mual.

Dalam tingkat yang lebih parah, anak-anak terancam mengalami rabun jauh atau miopia jika terlalu lama menatap layar. Gangguan ini muncul akibat refraksi cahaya yang jatuh di depan retina.

Tak cuma menimbulkan rabun jauh, kebiasaan bermain gim dalam waktu lama juga bisa berujung bahaya fatal seperti kehilangan penglihatan. Hal itu dialami oleh seorang wanita 21 tahun asal China yang kehilangan penglihatan di mata kanan setelah bermain gim di ponsel sepanjang hari.

Mengutip Asia One, dia didiagnosis mengalami oklusi arteri retina (central retinal vein occlusion/CRAO). Nama terakhir merupakan kondisi tersumbatnya pembuluh darah arteri mata secara mendadak.

Kondisi tersebut lumrah terjadi pada mereka yang telah berumur dan tidak bisa dipulihkan. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan penglihatan secara permanen.


2. Cedera tangan
Selain mata, tangan juga berperan besar bagi para pemain PUBG. Pemakaian gawai berlebih dengan menggunakan tangan bakal menimbulkan cedera seperti radang sendi pada ibu jari dan sindrom carpal tunnel.

Radang sendi pada ibu jari merupakan kondisi penyempitan tendon. Kondisi itu bisa menimbulkan rasa sakit saat menekan dan mencoba meluruskan ibu jari. Dalam beberapa kasus, ibu jari bahkan tak bisa dibuat lurus dan tetap bengkok.

Selain itu, Anda juga patut curiga jika sensasi kesemutan, sakit, atau kebas pada jari tangan. Bisa jadi Anda terkena sindrom carpal tunnel. Gangguan ini timbul akibat pembengkakan pada saraf, tendon, atau keduanya sehingga saraf median yang melalui lorong pergelangan tangan bisa terhimpit.

3. Gangguan psikologis
PUBG tak cuma merusak fisik, tapi juga kondisi psikis seseorang. Permainan bertema kekerasan itu bisa memengaruhi psikologis dan kognitif pemain.


Psikolog klinis Personal Growth, Anita Carolina Hendarko menjelaskan, dampaknya beragam, mulai dari timbul perilaku agresif, masalah kontrol emosi, sulit mengendalikan diri, hingga perubahan struktur otak.

"Jadi, apa yang dilakukan oleh penembak di Selandia Baru juga bisa disebabkan karena ia terinspirasi dan meniru gim dengan konten agresif," kata Anita pada CNNIndonesia.com, Selasa (19/3) lalu.

Anak-anak rentan terpengaruh perilaku agresif dari permainan. Ia berkata, ini akibat lobus profontal atau bagian otak yang berfungsi mengontrol diri dan mengambil keputusan belum berkembang sempurna. "Pada usia ini anak seringkali berperilaku berdasarkan apa yang mereka lihat di lingkungan sosial mereka," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN] (asr)


ARTIKEL TERKAIT