Kampanye Politik Jadi Atraksi Wisata di India

REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 19:20 WIB
Kampanye Politik Jadi Atraksi Wisata di India Suasana salah satu kampanye politik di Kolkata, India. (REUTERS/Rupak De Chowdhuri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Susana kota yang hiruk pikuk, monumen bersejarah, makanan lezat, dan pemandangan indah mungkin menjadi salah satu daya tarik terbesar India bagi wisatawan mancanegara.

Tetapi 'demam' pemilu yang sedang melanda India membuat kampanye politik menjadi atraksi wisata baru di negara ini.

Pesta demokrasi terbesar di dunia, dengan sekitar 900 juta pemilih, akan memutuskan pada bulan April-Mei apakah Perdana Menteri Narendra Modi mendapatkan masa jabatan kedua setelah kemenangannya pada tahun 2014.


Beberapa perusahaan wisata India mengundang wisatawan mancanegara dengan paket 'wisata pemilu' selama seminggu yang menggabungkan tamasya tradisional dan akses ke kampanye politik.

Paket-paket itu pertama kali diuji selama pemilu 2012 di negara bagian Gujarat Barat dan sekarang telah menjamur secara nasional.

"Pemilu India seperti sebuah festival," kata pendiri Wisata Pemilu India dan Ketua Masyarakat Perusahaan Pariwisata Gujarat Manish Sharma kepada Reuters.

Kampanye politik di India merupakan acara besar yang meriah, mencerminkan kekuatan penggalangan dana sebuah partai politik yang menggelarnya.

Kampanye yang dilakukan sejumlah politisi India seperti Perdana Menteri India Narendra Modi, pemimpin Partai Bharatiya Janata Amit Shah, dan pemimpin partai oposisi pemerintah Priyanka Gandhi Vadra mengundang banyak pengunjung, kata Sharma.

Wisata Pemilu India yang berbasis di Ahmedabad-Gujarat dan telah bekerja dengan lebih dari 35 perusahaan wisata di seluruh India, telah menerima hampir 3.500 pemesanan paket wisata kampanye politik dari wisatawan mancanegara, katanya.

Selain kunjungan ke destinasi wisata populer, dalam paket wisata ini turis juga diajak untuk mendatangi kampanye politik dan berinteraksi dengan politisi lokal.

Perjalanan yang ditawarkan berkisar dari 5 hingga 8 hari, dan dapat dilakukan di seluruh kawasan India.

Paket-paket tersebut tidak ditujukan bagi wisatawan biasa, tetapi dipasarkan untuk mereka yang memiliki keingintahuan terhadap dunia politik, seperti mahasiswa politik, jurnalis dan peneliti.

[Gambas:Video CNN]

(ard)