Hal itu ditemukan dalam sebuah jajak pendapat soal kebiasaan di kamar tidur orang-orang AS yang dilakoni oleh organisasi NORC di University of Chicago. Jajak pendapat itu dikoleksi sebagai bagian dari General Social Survey.
Melansir AFP, hasil jajak pendapat itu kemudian dianalisis oleh The Washington Post. Sedikit banyak hasil analisis itu mengungkapkan adanya 'pertempuran' jenis kelamin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam analisisnya lagi, Washington Post menggarisbawahi soal tren kian banyaknya orang-orang yang memilih untuk tidak terikat dengan pasangan dihubungkan dengan populasi yang kian menua selama tiga dekade terakhir.
Dalam budaya populer, kaum muda dan usia produktif digambarkan aktif secara seksual. Hasil jajak pendapat memicu reaksi di media sosial.
Seorang psikolog AS, Leonard Sax, misalnya, yang turut berkicau melalui akun media sosialnya. Dia menduga, video gim dan video pornografi jadi penyebab banyaknya pria yang memilih tak berhubungan intim.
"Preferensi mereka lebih besar untuk video gim atau video porno," tulis Sax merespons hasil survei. "Banyak pria mengaku pada saya bahwa video gim dan pornografi di saat ini jauh lebih baik daripada 20 tahun lalu."
Lihat juga:Obrolan Terlarang di Atas Ranjang |
Namun, mereka tak perlu khawatir. Sebelumnya, sejumlah pendahulu beramai-ramai mengaku bangga dengan status perjakanya. Tengok saja seniman pop art Andy Warhol, direktur pertama FBI J Edgar Hoover, dan ilmuwan Isaac Newton.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)