Kondisi darurat kesehatan ini membuat setiap orang yang berada di wilayah New York harus mendapatkan vaksin campak, gondong, dan rubella atau dikenal dengan MMR.
Departemen Kesehatan New York berhak memeriksa catatan vaksin setiap orang di kawasan tersebut. Orang yang belum mendapatkan vaksin MMR atau tidak memiliki bukti kekebalan dapat dikenakan pelanggaran dan didenda senilai US$1.000 atau sekitar Rp14 juta. Mereka juga akan diberikan vaksin MMR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kasus Campak di Dunia Melonjak Drastis |
Situasi darurat kesehatan ini muncul lantaran wabah campak yang sudah mencapai 285 kasus di wilayah Brooklyn dan Queens sejak Oktober lalu. Wabah ini berawal dari seorang warga yang tidak divaksin terinfeksi penyakit itu setelah berkunjung ke Israel.
Wabah campak ini menyerang segala rentang usia mulai dari usia 1 bulan hingga 66 tahun dengan 246 anak terinfeksi. Sebanyak lima dari 21 kasus yang dirawat di rumah sakit dilarikan ke ICU.
Campak merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara. Kuman campak itu dapat bertahan dua bertahan hingga jam setelah seseorang yang terinfeksi meninggalkan ruangan.
Gejala campak ditandai dengan demam, batuk, pilek, dan mata berair. Saat terjadi komplikasi parah, campak dapat menyebabkan kematian.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)