Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini menyatakan, polusi udara menyebabkan lebih dari 107 ribu kematian dini di AS pada 2011. Polusi udara juga membuat AS mengeluarkan biaya senilai US$866 miliar, jumlah yang sangat besar bahkan mencapai dua kali lipat dari semua kegiatan ekonomi di Irlandia.
Studi ini menganalisis partikel udara yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Partikel itu mencakup kotoran, debu, atau asap yang berasal dari kendaraan, pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam, pertanian, lokasi konstruksi, dan kebakaran hutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, penelitian ini mendapati 57 persen kematian disebabkan oleh polusi udara dari konsumsi energi. Sebanyak 28 persen terkait polusi dari transportasi, 14 persen dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas, serta 15 persen dari kegiatan pertanian.
Peneliti menyatakan semua industri berkewajiban untuk memerangi polusi udara. "Hasil ini harusnya menjadi motivasi untuk melakukan perbaikan," ucap Marshall.
Penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa polusi udara dapat mempersingkat harapan hidup anak-anak hingga 20 bulan.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)