Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Ario Soeryo Kuncoro menyarankan agar setiap orang melakukan deteksi dini penyakit jantung untuk dapat mencegah dampak yang parah dan fatal. Menurut Ario, usia terbaik untuk melakukan deteksi dini tergantung pada faktor risiko penyakit jantung yang dimiliki oleh seseorang.
"Usia deteksi dini itu di beberapa negara maju tergantung pada faktor risiko yang dimilikinya. Tapi secara umum, saya dapat sarankan sebaiknya di usia 40 tahun," ucap Ario dalam diskusi yang digelar Philips di Jakarta, Kamis (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak usia remaja, kata Ario, sudah terjadi penumpukan lemak di pembuluh darah. Penumpukan inilah yang merupakan cikal bakal penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya jika terus dibiarkan.
"Dari usia muda sudah mulai ada penumpukan di pembuluh darah, apalagi ada faktor keturunan," ucap Ario yang berpraktik di RS Jantung Harapan Kita.
Sementara kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol, serta obesitas juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
Jika memiliki dua atau lebih dari faktor risiko tersebut, segera lakukan deteksi dini penyakit jantung. Deteksi dini penyakit jantung dapat dilakukan dengan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.
Lihat juga:5 Kondisi yang Sebabkan Gagal Jantung |
"Ini bukan hanya sekadar tahu saja, tapi harus dilakukan," ujar Ario.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)