Kalap akan beragam menu makanan bisa membuat Anda mengalami overeating alias terlalu banyak makan. Mereka yang mengalami kondisi ini akan mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang lebih banyak daripada yang diperlukan.
"Overeating itu makan berlebihan dan cepat," ujar ahli kesehatan, dr Maria Charlotte, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kesalahan-kesalahan dalam Diet Populer |
Kondisi overeating, kata Cherry, membuat seseorang makan tanpa peduli apa yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini jelas jadi ancaman saat berpuasa. Pasalnya, setelah menahan lapar dan dahaga selama beberapa jam, seseorang cenderung akan melahap apapun secara tak terkendali.
Bukannya manfaat kesehatan yang didapat, seseorang justru akan memanen gangguan kesehatan. Ada beberapa dampak buruk overeating terhadap kesehatan seperti rasa kantuk menerus, berat badan naik, hingga kulit kusam.
Dengan sederet dampak buruk itu, kata Cherry, overeating jelas harus dicegah. Salah satunya dengan menghindari makanan dengan kandungan gula tinggi saat sahur. Pasalnya, di waktu itu, tubuh belum siap menerima makanan.
Sementara saat berbuka puasa, Cherry menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan manis. Puasa selama 12 jam membuat tubuh mengalami penurunan kadar gula darah. Makanan manis diperlukan untuk mengembalikan kesegaran tubuh.
Lihat juga:7 Makanan Penurun Berat Badan |
Cherry juga menyarankan untuk mengambil jarak selama satu jam setelah aktivitas makan terakhir sebelum tidur.
"Kalaupun mau makan [terakhir di malam hari], makan yang mengandung protein. Yang suka dessert, cari yang glutten free dan sugar free," ujar Cherry.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)