Karavokyri juga memuji teknik revolusioner perawatan kesuburan yang dapat membuatnya hamil. Selama menjalani perawatan kesuburan itu, Karavokyri tidak boleh bertemu dengan perempuan pendonor sel telur untuknya.
Walau tak boleh bertemu, Karavokyri mengucapkan terima kasih kepada pendonor yang memungkinkan memiliki anak lewat fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bayi dengan DNA Tiga Orang Lahir di Yunani |
Karavokyri melahirkan bayi laki-laki dengan tiga DNA dengan bantuan tim dokter dari Yunani dan Spanyol pada Selasa (8/4) lalu. Mereka menggunakan teknik IVF baru yang desebut Transfer Maternal Spindle.
Tim dokter menggunakan telur dari ibu yang tidak subur, sperma ayah, dan telur wanita lain untuk mengandung bayi laki-laki. Dokter mentransfer materi genetik dengan kromosom dari ibu ke telur donor yang bahan genetiknya telah dihapus.
Teknik baru ini dikembangkan untuk membantu ibu yang gagal berkali-kali untuk hamil melalui perawatan IVF karena kelainan genetik atau masalah lain. Karavokyri mengatakan dia telah melakukan empat kali upaya yang gagal pada fertilisasi IVF.
"Kemudian saya diberikan pilihan untuk mencoba metode baru ini dan saya tidak berpikir dua kali," ucap Karavokyri.
Karavokyri mengaku senang akhirnya memiliki anak berkat kemajuan teknologi.
"Kami akhirnya berhasil menjadi orang tua dan memperoleh anak yang sehat dan biologis, berkat kemajuan ilmiah yang luar biasa yang akan memungkinkan banyak wanita untuk memiliki anak yang mereka coba dengan perawatan IVF begitu lama dan yang berpikir mereka tidak dapat berhasil," tutur perempuan 32 tahun ini.
(ptj/chs)