7 Kebiasaan Buruk Saat Nonton di Bioskop

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 13:58 WIB
7 Kebiasaan Buruk Saat Nonton di Bioskop ilustrasi bioskop (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Euforia Avengers: Endgame terasa kuat hari ini mulai Rabu (24/4). Tiket nonton film superhero ini pun sudah sulit didapatkan.

Tak heran kalau berbagai bioskop pun sampai-sampai menambah jam tayang karena tingginya antusiasme penonton. Jam tayang bertambah dari tengah malam sampai subuh. Ditambah lagi dengan durasi filmnya yang cukup lama, tiga jam lebih sedikit.

Ketika sudah menunggu lama untuk menyaksikan pertempuran akhir ini, momen masuk ke bioskop pun jadi saat yang mendebarkan.


Inginnya nonton Avengers: Endgame dengan tenang dan seru. Tapi apa daya kalau penonton lain nyatanya malah mengganggu dengan perbuatan yang tak menyenangkan dalam bioskop.

Apa saja kebiasaan buruk dan perbuatan tak menyenangkan yang biasanya terjadi di dalam bioskop?


1. Buang sampah sembarangan
Buanglah sampah pada tempatnya. Ungkapan ini seharusnya berlaku di semua tempat termasuk di bioskop. Sayangnya masih banyak penonton yang ternyata masih malas untuk membuang sampah pada tempatnya.

Di dalam bioskop mungkin memang tak ada tempat sampah, namun ini tak berarti juga kalau Anda bebas membuang sampah sembarangan. Tempat gelas di kursi bukanlah tempat sampah. Sayang masih banyak orang yang tak peduli dengan hal ini dan meninggalkan sampah di tempat duduknya.

Kumpulkan sampah bekas makanan dan minuman dalam satu wadah. Usai nonton bawalah kumpulan sampah sisa makanan ini keluar dan buang di tong sampah.

2. Berbuat mesum
Nuansa gelap membuat ada beberapa oknum pasangan coba-coba untuk berbuat mesum. Pasti menyebalkan kalau tiba-tiba pasangan di sebelah atau di depan dan belakang Anda tiba-tiba berbuat mesum dan mungkin mengeluarkan desahan yang mengganggu.

Yang lebih menyebalkan lagi adalah kalau setelah ditegur, mereka masih saja tak peduli atau bahkan cuek dan marah.

3. Menendang kursi
Sedang serius-seriusnya menonton Avengers: Endgame, tiba-tiba penonton belakang pun menendang-nendang kursi Anda. Awalnya mungkin dia terlalu bersemangat menonton film, tapi lama-kelamaan jadi makin mengganggu karena perbuatannya terus berulang.

Boleh saja bersemangat dan mengeluarkan ekspresi kemarahan atau kegemasan saat nonton film, tapi hati-hati jangan sampai mengganggu kenyamanan orang lain dengan menendang kursi depan.


4. Main ponsel
Sudah bukan rahasia kalau ponsel sekarang sudah jadi benda yang tak bisa terlepaskan dari kehidupan modern. Namun untuk beberapa jam saja Anda perlu menyingkirkan ponsel ini barang sejenak dan menikmati filmnya.

Matikan ponsel agar Anda sendiri tak terganggu dengan denting pesan chat atau telepon yang masuk. Dan saat nonton film tentunya Anda tak akan mau bermain ponsel kan.

Selain agar tak mengganggu diri sendiri, main ponsel di dalam bioskop bakal mengganggu orang lain juga. Sekalipun nada deringnya sudah dimatikan, namun cahaya ponsel yang Anda pegang juga akan menggangu temaramnya bioskop saat sedang nonton.

7 Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Saat Nonton di Bioskop Foto: REUTERS/Darren Whiteside


5. Mengobrol 
Kebiasaan yang satu ini memang termasuk sulit untuk dilepaskan. Apalagi kalau ternyata Anda nonton bersama sahabat atau kekasih. Ada saja bahan obrolan yang dibicarakan. Tahan dulu hasrat ngobrol Anda sampai film usai, toh usai film Anda masih bisa ngobrol dengan teman dan kekasih Anda di luar bioskop. Ini juga berlaku untuk ngobrol soal film yang sedang tayang.

6. Kaki ke kursi
Kaki pegal karena duduk selama berjam-jam? Ya itu sudah jadi risiko. Namun ini bukan alasan untuk menaikkan kaki ke atas kursi.


7. Merekam dan foto film
Kebiasaan dan keinginan untuk menjadi yang pertama ini alhasil membuat orang-orang rela berdesakan, mengantre, dan nonton film tengah malam atau pagi buta.

Sebagai bukti kalau mereka sudah nonton Avengers: Endgame atau film-film terbaru lainnya, alih-alih cuma mengunggah tiket nonton, mereka juga memberikan potongan-potongan film yang diunggah ke dalam instastory.

Lebih parahnya kalau ada yang sampai niat untuk merekam film dengan ponsel.

Menurut Corporate Secretary Cinema 21 Catherine Keng, tindakan itu sudah termasuk pembajakan dan jelas dilarang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Bahkan, ada hukuman denda dan penjara untuk pelakunya.

"Ketika bagian dari film direkam secara ilegal apalagi disebarluaskan, itu sudah masuk kategori pembajakan," ujar Catherine saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Menurut Catherine, perekaman dan penyebarluasan itu terjadi karena kesadaran masyarakat sangat rendah mengenai hak cipta. Akibatnya, banyak yang menyebarkan cuplikan itu untuk mengambil keuntungan pribadi. Dalam konteks media sosial, agar dianggap keren dan eksis. (chs/chs)