Munira Omar terluka dalam kecelakaan lalu lintas setelah menjemput sang putra, Omar, pada 1991 silam. Dia berada dalam kondisi tak sadarkan diri hingga 2018.
Kejadian itu terbilang langka. Banyak orang menduga Munira terbangun dari koma. Padahal, selama 27 tahun itu, Munira tidak berada dalam keadaan koma, melainkan kesadaran minimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang dengan kesadaran minimal, kata Rohault, mengikuti gerakan orang-orang yang ada di sekitarnya melalui gerakan mata. Lengan seseorang dalam kondisi tersebut juga akan sedikit bergerak saat dicubit.
Lihat juga:Bahaya Sepelekan Masalah Kesemutan |
Munira mengembalikan kesadarannya secara bertahap. Pelan-pelan dia bisa mengucapkan nama puteranya.
Yang dialami Munira terbilang jarang terjadi. Hal itu membuat kabar tentangnya menjadi berita utama.
Seseorang dengan gangguan kesadaran harus melakoni sejumlah latihan otot. Latihan dilakukan untuk membantu mengurangi kelenturan, fisioterapi umum, dan mendapatkan paparan dari semua jenis rangsangan, termasuk di antaranya kontak dengan keluarga dan teman.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)